Peringati Hari Santri 2019, NU Gelar Satu Juta Khataman Al-Quran
Cari Berita

Advertisement

Peringati Hari Santri 2019, NU Gelar Satu Juta Khataman Al-Quran

Redaksi
Jumat, 18 Oktober 2019

Muslimoderat.net -- JAM'IYATUL Qurra Wal Huffadh (JQH) Nahdlatul Ulama menyelenggarakan Sejuta Khataman Alquran pada 15 hingga 31 Oktober 2019. Acara ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2019.

Selain itu Ketua Umum JQH NU H Saefullah Maksum mengatakan, Sejuta Khataman Alquran digelar sebagai dakwah bahwa membaca Alquran tidak hanya baik pada Ramadan saja, namun juga harus dilakukan setiap hari.

"Kami mengadakan acara ini juga untuk menyadarkan masyarakat bahwa antusias untuk membaca Alquran tidak hanya dirasakan setahun sekali ketika Ramadan. Dengan gerakan ini kami mengharapkan kaum muslimin dapat menamatkan Alquran sekali seminggu maupun sekali sebulan, sesuai kemampuannya masing-masing. Paling tidak rumah, surau, dan masjid tidak putus dibacakan Alquran agar malaikat Allah datang dan menjaga tempat tersebut," tutur Saefullah kepada Okezone.

Pembacaan Alquran lewat acara Sejuta Khataman Alquran dilakukan serentak di seluruh nusantara, terutama di kantor kantor-kantor Jam'iyatul Qurra Wal Huffadh, Nadhlatul Ulama, dan pesantren-pesantren.

Saefullah menambahkan, pihaknya berharap acara puncak atau pengkhataman Alquran bisa digelar di Istana Kepresidenan. Untuk mewujudkan itu pihaknya sedang menghubungi protokol Istana Negara.

"Kami mengharapkan pengkhataman ini dapat diadakan di Istana Presiden di tanggal 31 oktober ini sesuai dengan rencana awal. Hingga saat ini kami memiliki dua plan, yang pertama kita adakan di PPNU pada tanggal 31 atau tetap melakukannya di Istana, tetapi tanggalnya menyesuaikan dengan kesediaan pihak istana," terangnya.

Lebih lanjut Saefullah mengatakan, hal lain yang menjadi latarbelakang Sejuta Khataman Alquran digelar adalah keprihatinan terhadap kondisi bangsa yang dinilai sedang tidak baik. Pasalnya banyak masalah dan musibah yang terjadi di negeri ini.

"Kami juga ikut prihatin atas kondisi kehidupan bangsa dan negara kita yang terus bertubi-tubi menghadapi masalah, baik masalah politik, sosial, apalagi soal ekonomi yang tidak sepenuhnya mengembirakan. Oleh itu program ini merupakan salah satu partisipasi kami untuk ikut berempati kepada negara,” katanya.

“Kami mengajak seluruh muslim di Indonesia untuk mengkhatamkan Alquran agar kita mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dan semoga juga Allah memberi kelancaran pada saat pelantikan presiden mendatang," pungkas Saefullah.[sumber: portalsatu.com]