Pengamat: Wakil Presiden Boleh Pakai Sarung Saat Pelantikan
Cari Berita

Advertisement

Pengamat: Wakil Presiden Boleh Pakai Sarung Saat Pelantikan

Redaksi
Minggu, 20 Oktober 2019

Muslimoderat.net -- Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin selalu identik dengan gaya busananya, sarung. Publik dibuat penasaran dengan busana yang akan dikenakan Kiai Ma'ruf Amin saat pelantikan presiden dan wakil presiden di gedung DPR RI tanggal 20 Oktober 2019. Apakah menyalahi peraturan? Pakar hukum tata negara Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengatakan tidak melanggar peraturan.

Indriyanto mengatakan tata pakaian pada acara kenegaraan dan acara resmi diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 Tahun 2018. Pada pasal 3 disebutkan, jenis pakaian untuk tata protokoler acara kenegaraan saat pelantikan presiden/wakil presiden yakni pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian dinas, pakaian kebesaran dan pakaian nasional.



Jadi, kata Indriyanto, kalaupun nanti Kiai Ma'ruf Amin mengenakan atasan kemeja, jas dan bawahan sarung saat pelantikan adalah suatu yang biasa dan masuk kategori busana yang bisa dipakai untuk acara kenegaraan. "Tidak ada aturan yang dilanggar kalau pak Kiai Ma'ruf Amin memakai sarung saat pelantikan," jelasnya.

Kiai Ma'ruf Amin enggan menjawab saat ditanya awak media beberapa waktu lalu. Dia bahkan merahasiakan apa yang akan dipakainya nanti saat berdampingan dengan Presiden Joko Widodo.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan pelantikan presiden dan wakil presiden tetap akan digelar Minggu, 20 Oktober 2019, tidak akan mengalami perubahan. "Waktunya sudah ditentukan, sudah pasti 14.30 WIB, tidak berubah lagi," ucap Bamsoet kepada Tagar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019.[sumber: tagar.id]