PA 212 Ogah Menonton Pelantikan Jokowi-Kiai Ma'ruf di Televisi
Cari Berita

Advertisement

PA 212 Ogah Menonton Pelantikan Jokowi-Kiai Ma'ruf di Televisi

Redaksi
Senin, 21 Oktober 2019

Muslimoderat.net --  Persaudaraan Alumni 212 mengklaim anggotanya tidak ada yang menonton siaran langsung pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin menyampaikan pihaknya masih tidak terima Jokowi-Ma'ruf memenangkan Pilpres 2019.

"Alhamdulillah buat saya pribadi dan keluarga sudah tidak setel televisi sebagaimana 212 yang lain juga tidak menonton. Sudah tekad kami untuk tidak menonton pelantikan presidennya para penguasa, pejabat, serta para taipan," kata Novel kepada CNNIndonesia.com, Minggu (20/10).

Pihak Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno selaku penantang Jokowi-Ma'ruf pernah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait hasil Pilpres 2019. Namun, MK menolak seluruh permohonan PHPU Pilpres 2019 yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandi.

Prabowo bahkan menghormati keputusan MK itu serta menyatakan akan mematuhi jalur konstitusi yaitu UUD 1945 dan sistem undang-undang yang berlaku.

Namun, Novel tetap bersikukuh Jokowi-Ma'ruf melakukan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif pada Pillres 2019. Ia juga mengingatkan insiden ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia dan penemuan form C1 tercoblos untuk Paslon 01.

"Kami tidak pernah mengakui kemenangan Jokowi-Ma'ruf karena buat kami jelas menjadi presiden yang curang," ujarnya.

Mantan calon legislatif dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga tak bisa melupakan tindakan represif aparat kepolisian saat menangani aksi unjuk rasa pada 21-22 Mei 2019 di depan Bawaslu RI.

Novel tak terima Jokowi kembali menjabat presiden. Ia bahkan menyebut hari pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai hari hoaks nasional.

"Hari ini adalah hari hoaks dan dukun nasional karena rezim bohong dan ingkar janji yang doyan klenik dilantik. Walau wapresnya kiai, tidak bisa berbuat apa-apa. Justru serangan terhadap Islam dan ulama sudah mereka pertontonkan," tandasnya.

Sebelumnya, gerakan tak menonton pelantikan Jokowi-Ma'ruf juga bergema di media sosial. Tagar #MatikanTvSeharian bahkan bercokol di trending topic Twitter.[sumber: cnnindonesia.com]