[Ngaji Gus Baha'] Jadi “Bodoh” Atas Perintah Allah Itu Ilmu Tertinggi
Cari Berita

Advertisement

[Ngaji Gus Baha'] Jadi “Bodoh” Atas Perintah Allah Itu Ilmu Tertinggi

Redaksi
Kamis, 17 Oktober 2019

Muslimoderat.net -- Manusia seringkali ingin terlihat pintar di hadapan sesamanya.

Bagi Gus Baha, ajaran agama itu sifatnya ubudiyah. Pokoknya kl Allah memberi perintah harus sami’na wa ato’na.

“Makanya, saya dimana-mana berkali kali berkata. Kamu jgn menerka pikiran Allah, karena Allah itu butuhnya nurut bukan benar,” tegas Gus Baha

Gus Baha jg menegaskan bahwa “bodoh” itu ilmu tertinggi.

“Karenanya, saya itu, jika ada santri “bodoh” yg tak tahu alasan Allah memberi perintah, itu ilmu tertinggi di atas ilmu fikih. Maqomnya sangat tinggi, karena tahu perintah Allah tanpa tahu alasannya. Tp kl agama diajarkan oleh orang bodoh ya rusak, karena dimana-mana orang bodoh itu ya merusak, tapi sok pintar jg merusak,” lanjut Gus Baha

“Akhirnya, ulama itu kadang terlihat pintar kadang terlihat “bodoh”. Jd tidak jelas karena itu tadi,” katanya lagi.

“Kamu kalau sujud pada Allah, sujud yang paling resmi itu berapa anggota tubuh yang sujud? Yaitu, dahi, 2 tangan, 2 lutut, dan 2 kaki, berarti 7 anggota. Di Mazhab Syafi’i, semua sepakat dgn itu. Tapi di bagian Mazhab Syafi’i yang lain, ada yg berkeyakinan bahwa sujud sah asal wajah smpe nempel tanah meskipun lutut terangkat,” kata Gus Baha

Gus Baha juga mengisahkan Imam Malik dan muridnya, Imam Syafi’i.

“Imam Malik sebagai senior berkata pada Imam Syafi’i. “Kamu Syafi’i mempunyai pembantu, terus kamu suruh membongkar sebuah batu besar yang di bawahnya ada emas, kl pembantu yg loyal, di bawah batu itu ada emas atau tidak, jika diperintah ia akan langsung membongkar tanpa protes banyak alasan. Pokoknya sami’na wa atho’na. Kemudian ada lagi pembantu yg diperintah karena mengetahui keberadaan emas itu, ia nurut karena logis. Membongkar batu yg di bawahnya ada emas. Suatu saat pembantu yg kedua tersebut diberi tugas tanpa alasan dia bisa melawan, “kenapa ada tugas seperti ini, kalau tidak urgen jangan dong." Nah menjengkelkan tidak, pembantu model seperti itu?"

Begitulah Gus Baha mengajari kita untuk jadi “bodoh” dalam menjalani syariat Allah. Belajar bodoh tentu tidak mudah, karena sejak kecil kita diajari jadi orang sok pintar

Oleh Abu Umar via @bangkit.jogja