[Ngaji Gus Baha] Diangkat Menjadi Waliyullah Sebab Gemar Membeli Arak
Cari Berita

Advertisement

[Ngaji Gus Baha] Diangkat Menjadi Waliyullah Sebab Gemar Membeli Arak

Redaksi
Jumat, 18 Oktober 2019

Muslimoderat.net -- Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha berpesan bahwa segala yang saat ini tampak buruk, bukan berarti akan buruk selamanya. Ada potensi perubahan pada tiap manusia. Mereka yang saat ini tampak buruk, bisa jadi, hanya proses menuju sesuatu yang baik.

“Banyak kisah tentang wali (dalam kitab Tobaqot Auliya) yang awalnya terkesan buruk, tapi sesungguhnya tidak.” Kata beliau.

Dulu, kata Gus Baha, ada seseorang yang diangkat menjadi wali hanya karena suka membeli arak. Seseorang yang menghabiskan banyak uang untuk membeli arak. Dia membeli arak. Terus membeli arak.

Hingga dia yang semula kaya raya, uangnya habis dan usahanya bangkrut karena terus-menerus digunakan untuk membeli arak. Namun, lantaran kelakuannya itu, si Fulan justru diangkat sebagai wali.

Orang-orang mengira jika si Fulan pembeli arak ini adalah orang yang buruk dan ahli neraka. Sebab, suka membeli arak. Tapi, saat meninggal dunia, yang menyalati justru para wali. Orang-orang kekasih Allah. Orang-orang yang sangat dekat dengan Allah.

Tak ada yang tahu jika Fulan pembeli arak ini membeli arak untuk sebuah misi keselamatan. Dia punya niat yang tak terbaca oleh orang lain. Arak yang dia beli tidak dikonsumsi. Si Fulan justru membeli arak untuk mengamankan desanya.

Si Fulan tidak mengizinkan ada arak beredar di desanya. Karena itu, dia selalu membeli arak yang tampak di desa. Orang-orang melihatnya sebagai penadah arak. Padahal, setelah dibeli, arak itu dibuang begitu saja. Karena lelakon itu, si Fulan diangkat sebagai wali.

Intinya, Gus Baha berpesan agar kita tidak mudah kagetan. Sekaligus tidak mudah menghukumi. Terutama dalam melihat fenomena sosial di masyarakat. Sebab, perkara yang tampaknya buruk, bisa jadi sekadar wasilah menuju kebaikan.[ad/mm]