Ini Alasan PBNU Gelar 1 Miliar Sholawat Nariyah di Hari Santri Nasional
Cari Berita

Advertisement

Ini Alasan PBNU Gelar 1 Miliar Sholawat Nariyah di Hari Santri Nasional

Redaksi
Minggu, 20 Oktober 2019

Muslimoderat.net -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar acara malam puncak Hari Santri Nasional 2019 dengan membacakan 1 miliar Sholawat Nariyah. Pembacaan sholawat bertujuan untuk meminta keberkahan Indonesia.

Pembacaan Sholawat akan dilaksanakan pada Senin (21/10) malam usai ibadah solat Isya, atau sekitar pukul 19.30 WIB. Ketua Panitia Acara, Misbahul Munir, menjelaskan 1 miliar itu mengartikan jumlah secara keseluruhan Sholawat Nariyah.

"Dalam Hari Santri ini PBNU akan melaksanakan kegiatan pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah yang akan dibacakan oleh seluruh warga NU di seluruh Indonesia, bahkan juga akan dilaksanakan oleh pengurus cabang NU yang ada di luar negeri," ujar Misbahul saat jumpa pers, di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Misbahul mengatakan pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah ini sudah menjadi tradisi tiap hari santri nasional. Dengan alasan utamanya adalah meminta keberkahan dan kedamaian untuk bangsa dan negara.

"Tujuan dari ada kegiatan ini adalah tentu pertama mengharapkan berkah sekaligus memohon kepada Allah, berharap tentu agar bangsa ini selamat dari berbagai bencana, dan sekiranya Indonesia hidup damai dan menjadi negara yang penuh keberkahan dari Allah," ujarnya.

Alasan lainnya yaitu juga untuk mendoakan pahlawan negara yang telah gugur. Misbahul mengatakan tradisi doa ini sekaligus untuk mengajak generasi penerus bangsa agar tak lupa akan jasa pahlawan.

"Kita punya tradisi mendoakan orang yang sudah wafat. Sehingga, hubungan antara yang hidup dan yang wakaf terus dibangun dengan tradisi kirim doa, jadi agar kita tidak melupakan jasa mereka," lanjut Misbahul.

Khusus di Jakarta sendiri, Sholawat Nariyah akan dilakukan di Masjid Raya Hasyim Asyari, Jakarta Barat. Sebanyak 10.000 jamaah akan hadir beserta seluruh jajaran utama dan para Rais Aam PBNU. Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin juga direncanakan hadir untuk memberikan amanat.

"Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil nanti akan memberikan pidato kebangsaan, kemudian dari wakil presiden Kyai Haji Ma'ruf Amin itu berupa amanat berkaitan dengan hari santri," katanya.

Sekretaris acara Lukman Hakim menambahkan kegiatan Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2019 juga akan dipusatkan di Universitas Nahdhatul Ulama Indonesia (Unisia) Parung, Bogor. Seluruh Santri sekaligus masyarakat Nahdliyin setempat akan mengikuti Apel Akbar Kebangsaan Hari Santri Nasional yang juga dihadiri oleh Ketum PBNU Said Aqil Siradj.[sumber: detik.com]