Hari Santri, Ribuan Santri DIY Tumpah Ruah di Sepanjang Jalan Maliboro
Cari Berita

Advertisement

Hari Santri, Ribuan Santri DIY Tumpah Ruah di Sepanjang Jalan Maliboro

Redaksi
Senin, 14 Oktober 2019

Muslimoderat.net - Ribuan santri dari pondok pesantren se-DIY tumpah ruah di Jalan Malioboro. Mereka menyemarakkan acara Grebeg Santri sebagai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober.

Ketua panitia HSN DIY 2019 Muhammad Nilzam Yahya mengatakan, grebeg santri menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Dan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.

"Acara ini untuk mengenalkan kepada masyarakat dan santri bahwa menjaga tradisi itu sangat penting. Santri juga berkontribusi meyumbang kepentingan NKRI," kata Nilzam kepada wartawan disela acara grebek santri, Minggu (13/10/2019) sore.

Grebek santri 2019 dengan mengusung tema Santri Nyawiji Indonesia Gumbregah. Artinya, ketika mereka (santri) menjadi satu, maka Indonesia akan tampil menjadi negara yang menjunjung tinggi etika.

Dari pantau KRJOGJA.com, kiranya ada tiga maskot yang menjadi simbol utama dari acara tersebut. Pertama, maskot garuda menunjukan keperkasaan Pancasila. Maskot Nahdlatul Ulama (NU) memiliki arti sebagai bola dunia dari masyarakat, dan maskot budaya yang menunjukan keberagaman di Indonesia.

"Peserta yang terlibat sekitar 45 kontingen dan lima peserta undangan. Total ada 50 kontingen dari perwakilan santri se DIY," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) KGPAA Paku Alam sangat menyambut baik gelaran grebeg santri yang terlaksana di sepanjang jalan Malioboro.

"Menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Hari Santri Nusantara 2019. Event ini bisa menjadi wadah untuk bertemu dan bersilaturahmi," ungkapnya.

Menurutnya, seni dan budaya sangat penting. Melalui santri yang notabennya anak-anak muda diharapkan mampu melestarikan budaya di kalangan masyarakat.

Dalam acara tersebut, juga terlihat para santri menampilkan macam-macam kreasi. Ada yang berperan sebagai penari barongsai hingga penggunaan busana yang terlihat nyentrik.

Ribuan santri ini berjalan dari titik taman parkir Abu bakar Ali, menuju jalan Malioboro, melewati depan halaman gedung DPRD Provinsi hingga finis di titik nol kilometer.[krjogja]