Belum Lahir, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Sudah Dididik Kewalian oleh Rasulullah
Cari Berita

Advertisement

Belum Lahir, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Sudah Dididik Kewalian oleh Rasulullah

Redaksi
Kamis, 17 Oktober 2019

Muslimoderat.net -- Manaqib dari rajanya Aulia (Qutbul Aqtob) Syeikh Abdul Qodir Jaelani diterjemahkan dari kitab “Al-Lujaini ad-Daani” yg disusun oleh Syeikh Al-Karim Ja’far bin Hasan Abdul Karim al~Barzanji R.A.

( Mudah mudahan aku dan kalian mendapat barokah serta karomah nya aamiin yaa mujiib ).

Diriwayatkan oleh syeikh Rasyid bin Muhammad al-junaidi dlm kitab Roudhoh an-nadzir
" Pada malam Rosulullah (shollallahu’alayhi wasallam) Mi’roj,, malaikat Jibril datang menghadap Rosulullah sambil membawa Buroq, telapak kaki Buroq trsbut mengeluarkan cahaya seperti cahaya rembulan.

Buroq trsbut diberikan kepada nabi Muhammad oleh malaikat Jibril As. Seketika itu juga Buroq trsebut tidak mau diam karena sangat senang yg luar biasa sehingga nabi bersabda:
“Wahai Buroq kenapa engkau tidak mau diam!? Apa karena engkau tdk mau aku tunggangi?”

Buroq mnjawab: “Wahai Rosulullah, bukan aku tidak mau baginda tunggangi, tetapi aku mempunyai permintaan kepada baginda wahai kekasih Allah, permintaanku adalah nanti di hari qiyamat ketika baginda masuk kedalam surga agar tidak menunggangi yang lain kecuali aku”.

Rosulullah bersabda:”Wahai buroq permintaanmu aku kabulkan”..

Buroq itu pun brkata lagi: “Wahai baginda sudikah kiranya baginda memegang pundakku agar menjadi ciri dihari qiyamah ?”

Kemudian Rosulullah SAW memegangkan kedua tangannya pada pundak buroq tersebut,, karena buroq saking gembiranya yg sangat luar biasa, sehingga badan nya tdk muat lagi untuk ditempati ruh nya, terpaksa buroq tsbt membesar dan tinggi sampai 40 hasta.

Setelah itu Rosulullah berdiri sebentar sambil melihat betapa tingginya buroq dan berfikir bagaimana caranya untuk naik ke punggungnya sedangkan pada saat itu tidak ada satupun tangga untuk naik.

Pada saat itu juga datang ruh nya Syeikh Abdul Qodir Al-jaelani qs seraya berkata: “Silahkan baginda naik ke pundak saya”..

Kemudian Rosulullah naik ke pundaknya ruh Ghautsul ‘Adzom ‘Syeikh AbdulQodir Jaelani Qs, kemudian syeikh Abdul Qodir jaelani berdiri, sehingga Rosulullah dapat naik ke pundaknya buroq kemudian nabi bersabda:
“Dua telapak kaki ku menaiki pundakmu wahai Abdul Qodir, maka telapak kakimu nanti yang akan menaiki pundak semua wali-wali Allah”

Mari kita kirimkan surat Al-fatihah untuk beliau Qs.. Semoga kita mendapat berkah melalui washilah beliau qs.. Al-Fatihah..

Allohumma sholli 'ala sayyidina Muhammad Wa'ala Aali sayyidina muhammad..