Usai Quick Count, Direktur Salah Satu Lembaga Survei Diteror dan Diancam
Cari Berita

Advertisement

Usai Quick Count, Direktur Salah Satu Lembaga Survei Diteror dan Diancam

Redaksi
Sabtu, 20 April 2019

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengaku mendapat pesan dan telepon bernada ancaman setelah pengumuman hasil quick count Pilpres 2019. Dia mengaku sudah mem-block ratusan telepon yang 'meneror' dirinya.

"Sudah seratus lebih nomor saya block dalam 2 hari," kata Yunarto lewat pesan singkat, Sabtu (20/4/2019).

Baca juga: Menkominfo: Tunggu Hasil Pemilu dari KPU, yang Lain Jangan Bikin Panas


Salah satu pesan yang diterima Yunarto menuduh dirinya sudah berbuat curang. Pesan itu juga mencaci maki Yunarto dengan kata-kata kasar.

Sebenarnya bukan kali ini saja Yunarto mengalami perlakukan tidak menyenangkan dari sejumlah pihak yang tak bertanggungjawab. Sebelum hari pencoblosan, Yunarto mengaku sudah melaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus chat palsu.

"Sudah lapor polisi kalau chat palsu yang dibuat atas nama saya dan nomor telepon saya disebar-sebarkan. Minggu lalu itu kasusnya sebelum 17 April," ujar dia.

Setelah itu, pesan ancaman banyak diterima oleh Yunarto. Nomor teleponnya juga disebarkluaskan di media sosial.

"Tapi diramaikan lagi setelah quick count keluar, dan disebarluaskan ke FB, Instagram dan WA," ujarnya.

Terkait ancaman itu, Yunarto masih mempertimbangkan sejumlah hal sebelum melaporkan kasus itu ke polisi. Dia menyebut pesan ancaman yang diterimanya merupakan mainan dari para provokator.

"Kita lihat kondisi dulu saja, saya percaya semua pihak ingin situasi damai kok, ini cuma mainan provokator saja," imbuh dia.
(knv/hri)

Sumber: detik.com