Masih Ada Jejak Digital Prabowo Umumkan Kemenangan Anies – Sandi Mengacu Quick Count
Cari Berita

Advertisement

Masih Ada Jejak Digital Prabowo Umumkan Kemenangan Anies – Sandi Mengacu Quick Count

Redaksi
Senin, 22 April 2019

Sejumlah pihak membandingkan sikap Prabowo Subianto merespons hasil quick count Pilpres 2019 dengan hitung cepat Pilkada DKI Jakarta 2017 yang dimenangkan Anies Baswedan – Sandiaga Uno.

Prabowo meminta pendukungnya tidak percaya pada hasil quick count Pilpres 2019 yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Sementara, pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Prabowo mengumumkan kemenangan Anies – Sandi mengacu hasil hitung cepat.

Ketua Umum relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas mengatakan, sikap kubu Prabowo karena terkesan sengaja ingin membingungkan rakyat. Padahal paslon 02 sudah jelas kalah berdasarkan hasil quick count.

Dia juga mempersilakan publik mengecek di google dan database jejak digital, sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hasil quick count sudah bisa diterima publik dan elite politik.

“Bahkan era Pilkada DKI yang memenangkan Anies – Sandi, malah Prabowo sendiri yang mengumumkan hasil kemenangan dengan acuan quick count. Sekarang mau gertak dengan acuan real count. Langkah denial the truth ini akan makin membuat Prabowo terperosok,” tutur Umbas.

Langkah Prabowo mengumumkan kemenangan Anies – Sandi berdasar hasil quick count masih ada jejak digitalnya.

Oleh karena itu, lanjut Umbas, klaim Prabowo meraih 62 persen suara Pilpres 2019 di luar logika kaum intelektual yang percaya penelitian ilmiah. “Bila angka itu nyata, maka harus dibuka datanya ke publik,” pungkasnya.

Sumber: jpnn.com