Haikal Hassan Sebut Ada 13 Juta Orang Gila Nyoblos, KPU: Pemilih Gila Itu Hoax, Angkanya juga Hoax
Cari Berita

Advertisement

Haikal Hassan Sebut Ada 13 Juta Orang Gila Nyoblos, KPU: Pemilih Gila Itu Hoax, Angkanya juga Hoax

Redaksi
Kamis, 25 April 2019

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haikal Hassan menyebut, ada 13 juta orang gila yang nyoblos.

KPU meluruskan cuitan Haikal Hassan dan menyebut semua itu hoax.

Hal ini bermula saat Haikal Hassan mengunggah cuitan pemilih gila dalam Pemilu 2019 lewat akun Twitter pribadinya, Selasa (23/4/2019).

Dalam cuitan itu, Haikal Hassan menulis, ada 13 juta orang gila yang nyoblos.

Ia pun mempertanyakan adanya video, catatan, hingga formulir C1.

Menurut Haikal Hassan, Tuhan tidak memberikan kewajiban apapun terhadap orang gila.

Namun, mereka malah diwajibkan untuk ikut nyoblos.

Haikal Hassan juga bertanya, dalam hal ini siapa yang gila?

"Katanya org gila nyoblos ada 13juta. Trus ada video nya? Ada catatannya? Ada formulir C1 nya? Masa gak ada yg rekam? Mana 13juta itu?"

"Allah saja tak memberi kewajiban apa2 thd orang gila... anda malah waiibkan ikut nyoblos."

"Yg gila siapa ya? Mudah2an yg curang menjadi gila..." tulis Haikal Hassan.

Hingga berita ini dituliskan, cuitan Haikal Hassan itu sudah di-retweet sebanyak 4.489 kali dan menuai lebih dari 1.500 komentar.

Cuitan Haikal Hassan tersebut menuai respons dari satu di antara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi MA.

Dalam balasan cuitannya, Pramono menyebut, tidak ada pemilih gila.

Yang benar, kata Pramono, pemilih dengan gangguan jiwa atau ingatan seperti yang tertuang dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 135/2015.

Lebih lanjut Pramono menulis, gila hanya satu di antara jenisnya.

Selain itu, jumlahnya pun tidak mencapai 13 juta seperti yang ditulis Haikal Hassan.

Angka yang benar, kata Pramono, hanyalah 54.295 orang.

"Mohon maaf, pak @haikal_hassan. Pemilih "gila" itu hoax."

"Yg benar, sesuai Putusan MK 135/2015 adalah pemilih dg "gangguan jiwa/ingatan"."

"Gila hanya salah satu jenisnya. Lagipula angkanya juga hoax."

"Dulu 14 juta. Sekarang didiskon jadi 13 juta."

"Yg benar hanya 54.295. Demikian," balas Pramono.


Untuk lebih menguatkan datanya, Pramono juga mengunggah infografis data jumlah pemilih disabilitas dalam Pemilu 2019 yang dimiliki KPU.

Rupanya, jumlah pemilih disabilitas dalam Pemilu 2019 sebanyak 363.200 atau 0,191 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pemilih disabilitas tersebut terbagi menjadi lima bagian, yaitu:

- tunadaksa sebanyak 100.765 (0,053 persen)

- tunanetra sebanyak 61.899 (0,033 persen)

- tunarungu sebanyak 68.246 persen (0,033 persen)

- tunagrahita dan mental sebanyak 54.295 (0,029 persen)

- dan lainnya sebanyak 77.995 (0,041 persen)

Sehingga dengan adanya data ini, menepis kabar hoax yang menyebutkan pemilih disabilitas grahita dan mental mencapai 14 juta orang.


--
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Haikal Hassan Sebut Ada 13 Juta Orang Gila Nyoblos, KPU: Pemilih Gila Itu Hoax, Angkanya juga Hoax