Ulama Wahabi: Menonton TV Hukumnya Haram Sebagaimana Radio
Cari Berita

Advertisement

Ulama Wahabi: Menonton TV Hukumnya Haram Sebagaimana Radio

Santri Ganteng
Sabtu, 05 Desember 2015

MusliModerat.Com - Melihat TV dan mendengar Radio adalah tergolong amalan bid`ah, dalam pengertian karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW dan para salaf. Namun, kali ini kaum Wahhabi yang selalu mempromosikan diri sebagai kelompok anti bid`ah, justru terjebak oleh perbuatan bid`ah menurut definisi mereka sendiri, karena banyaknya keterlibatan tokoh-tokoh Wahhabi Indonesia dalam memunculkan amalan bid`ah dengan mengudaranya TV dan Radio Rodja.

Acara-acara yang ditayangkan oleh TV dan radio Rodja, memang tampaknya menyerupai pengajian dan majelis ta`lim mencari ilmu agama, namun hakikatnya jika diteliti, adalah upaya kaum Wahhabi dalam menyesatkan aqidah umat Islam Indonesia dan tidak ada manfaatnya sama sekali bagi kaum muslim Indonesia.

Bagaimana tidak, warga mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut Ahlussunnah wal Jamaah bermadzhab Syafi`i, sedangkan isi acara yang ditayangkan TV Rodja adalah murni ajaran Wahhabi penganut Muhammad bin Abdul Wahhab Annajdi.


Banyaknya TV wahabi tidak sebanding dengan hukum yang dilontarkan Ulamanya, berikut fatwa Syekh Albani tentang Haramnya menonton TV dan mendengarkan radio

Syeikh Muhammad Nashiruddin al Albani (Ulama Wahabi) rahimahullah mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Apa hukum menonton televisi di masa kini?”.
الجواب: التلفزيون اليوم لا شك أنه حرام، لأن التلفزيون مثل الراديو والمسجل، هذه كغيرها من النعم التي أحاط الله بها عباده
Jawaban beliau, “Tidaklah diragukan bahwa hukum menonton televisi pada masa kini adalah haram. Televisi itu seperti radio dan tape recorder. Benda-benda ini dan yang lainnya adalah di antara limpahan nikmat Allah kepada para hamba-Nya.

Wallahu a'lam.