iklan

Kisah Habib Umar bin Yahya Indramayu Kuasai 47 Bahasa dengan Sangat Baik

Kisah Habib Umar bin Yahya Indramayu Kuasai 47 Bahasa dengan Sangat Baik

Subscribe Channel Youtube 'Muslimoderat'



Muslimoderat - Pernah suatu ketika datang para ulama mufti dari berbagai negara ke Indonesia. Ada sekitar 200 ulama masing-masing memiliki suatu permasalahan yang hendak dipecahkan. Pada saat itu mereka datang ke Batavia (Betawi). Mufti Betawi pada waktu itu adalah Habib Utsman bin Abdullah bin Aqil Bin Yahya. Beliau hanya bisa menjawab 20 permasalahan dari 200 permasalahan yang disampaikan. Akhirnya Habib Utsman berkata, “Permasalahan ini yang bisa menjawab adalah saudaraku, Habib Umar bin Thaha Bin Yahya Indramayu.” (Habib Umar ini adalah buyut Habib Lutfi bin Yahya-red)

Akhirnya 200 ulama mufti tersebut berangkat ke kediaman Habib Umar di Indramayu. Habib Utsman lupa untuk memberitahukan kepada Habib Umar perihal akan datangnya para ulama tersebut. Dan ketika sampai di rumah Habib Umar 200 tamu ulama mufti tersebut melihat Habib Umar sedang duduk santai bersanding dengan istrinya yang Bule. Karena Habib Umar juga berperawakan seperti Bule, mereka mengira salah masuk rumah.

Setelah kembali ke Batavia Habib Utsman pun tertawa, dan mengatakan bahwa rumah yang didatangi itu sudah benar, orang yang seperti Bule itulah Habib Umar. Akhirnya mereka kembali lagi ke rumah Habib Umar dan seluruh permasalahan dapat diselesaikan di tangan Habib Umar bin Thaha.

Pada peristiwa ini, ada pelajaran yang sangat mahal dan berharga. Yakni ketika Habib Umar hendak menjawab permasalahan terutama yang terkait dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits beliau minta ijin untuk mandi terlebih dahulu, berwudhu dan melakukan salat. Kemudian keluar menemui kembali para tamu dengan mengenakan pakaian jubah lengkap dengan wewangian yang sangat harum. Tak lupa di tangannya membawa wewangian gaharu, menunjukkan betapa beliau memuliakan serta mengagungkan ilmu.

Pernah Habib Umar kedatangan tamu orang berkebangsaan Perancis. Saat itu beliau sedang berada di pekarangan rumahnya. Namun orang Perancis tersebut yang ditemani oleh penterjemah bahasa tidak mengira kalau yang ditemui di pekarangan rumah tersebut adalah orang yang ingin ditemuinya. Karena penampilan Habib Umar saat itu memang sangat santai dan bersahaja, tak menampakkan seorang ulama besar, walaupun perawakan Habib Umar memang gagah, ganteng dan berkulit bersih. Namun masih saja mengecoh tamunya itu, karena melihat penampilan luar atau baju yang dikenakan Habib Umar.

Sesaat kemudian Habib Umar pun masuk setelah mempersilakan tamunya duduk. Beliau lalu keluar dari kamar untuk kembali menemui tamunya. Spontan si tamu tersebut terkesima karena orang tadi adalah Habib Umar sendiri.

Lalu dimulailah percakapan oleh tamu tersebut dengan diterjemahkan oleh penterjemah. Habib Umar menyimak dengan baik apa yang disampaikan. Sebelum semuanya disampaikan, Habib Umar bin Thaha sebetulnya tahu maksud dan inti yang disampaikan. Karena Habib Umar memang menguasai 47 bahasa dengan sangat baik, termasuk Bahasa Perancis.

Namun karena memang sifat Habib Umar yang sangat menghargai ketidakpahaman tamunya sehingga beliau menyimak dengan sangat baik apa-apa yang disampaikan. Sungguh hal ini menunjukan akhlak luhur nan mulia. Akhlak yang diajarkan oleh Datuknya Baginda Nabi SAW. Serta hal ini menunjukkan kealiman Habib Umar akan ilmunya dan mengamalkannya.

Lalu Habib Umar meminta ijin dan menyampaikan kepada penterjemaah untuk diperkenankan bertanya kepada orang Perancis tersebut langsung dengan bahasa Perancis. Habib Umar bertanya, yang artinya, “Apa benar ada sesuatu yang ingin disampaikan empat mata denganku?”

Orang Perancis tersebut pun kaget, karena mengira Habib Umar tidak memahami Bahasa Perancis. Kemudian Habib Umar meminta dengan sangat hormat kepada penterjemaah tersebut menunggu di teras. Dimulailah percakapan antara Habib Umar dengan orang Perancis tersebut.

Setelah unek-unek itu disampaikan semua akhirnya Habib Umar menyampaikan saran, pendapat dan pandangannya atas masalah tersebut. Kembali orang Perancis itu dibuat tekejut dengan apa yang disampaikan Habib Umar, serta mengakuinya betul apa yang disampaikan Habib Umar. Kemudian Habib Umar meminta orang itu untuk mengikuti saran-sarannya saat kembali ke Perancis.

Sewaktu kembali ke Perancis orang tersebut mengikuti semua saran Habib Umar. Dengan izin Allah SWT, dengan mudahnya masalah-masalah yang memberatkan selama ini dapat diselesaikan. Beberapa waktu kemudian orang Perancis tersebut mengajak keluarganya ke Indonesia untuk bertemu Habib Umar bin Thaha di Indramayu. Ketika bertemu Habib Umar pada akhirnya keluarga orang Perancis itu mengucapkan dua kalimat Syahadat di depan Habib Umar bin Thaha bin Hasan Bin Yahya.

*Dishare dari Syaroni As-Samfuriy, 29 September 2019, Haul Habib Umar bin Thaha Bin Yahya Ke-136.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Banner iklan disini