iklan

Kisah Habib Ali Alhabsy, Ulama Asal Yaman yang Haulnya di Solo Selalu Jadi Magnet Jamaah dari Berbagai Daerah

Kisah Habib Ali Alhabsy, Ulama Asal Yaman yang Haulnya di Solo Selalu Jadi Magnet Jamaah dari Berbagai Daerah

Subscribe Channel Youtube 'Muslimoderat'



Muslimoderat - Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo selalu menjadi magnet, tidak hanya bagi jemaah di dalam negeri.

Tetapi jemaah dari luar negeri seperti Yaman, Singapura hingga Afrika banyak berjubel di kawasan Masjid Riyadh, Jalan Kapten Mulyadi, Kecamatan Pasar Kliowon, Solo.


Tidak tanggung-tanggung, biasanya haul yang digelar bisa menyedot 100 ribu jemaah.

Adapun pada tahun ini, haul diperingati selama tiga hari mulai 16 Desember 2019 sampai 18 Desember 2019.

Keturunan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Habib Ali bin Hasan menuturkan, Ali bin Muhammad Al-Habsyi memiliki banyak murid.

"Misalnya di Yaman banyak, di Indonesia banyak, termasuk di Afrika, Oman, Singapore," tutur Ali kepada TribunSolo.com, Minggu (15/12/2019).

Mereka hadir karena mengaggumi sosok Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi.

Lantas, siapakah sebenanarnya Habib Ali bin Muhanmad Al-Habsyi?

Habib Ali bin Muhanmad Al-Habsyi lahir pada 24 Syawal 1259 Hijriah bertepatan dengan 1839 Masehi di Desa Qosam, Hadhramaut, Yaman.

Ia lahir dari pasangan Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi dan Hababah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri.

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sangat dicintai di kampung halamannya.

"Di sana terkenal sebagai sosok ulama yang luar biasa, dan masyarakat di sana sangat mencintai Habib Ali," kata Ali.

Kedermawanan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menjadi sesuatu yang dikagumi para jemaahnya.

Bahkan, kediamannya tidak pernah sepi dikunjungi tamu.

"Beliau juga orang yang suka jamu menjamu orang lain, orangnya sangat dermawan, acara - acara zaman beliau banyak sekali jamuannya sangat luar biasa," ujar Ali.

"Dulu setiap hari dalam seminggu ada tamu, baliau selalu membuat rumahnya terbuka untuk tamu, tamu yang datang dijamu jamuan luar biasa," imbuhnya membeberkan.

Semasa hidupnya, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi  memegang teguh dan mencintai ajaran Rasulullah Shallallahu ' Alaihi wa Sallam.

Cara mengajarnya selalu dikaitkan dengan ajaran, sifat, dan akhlak Rasulullah.

Itu karena Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menganggap Rasulullah merupakan sosok yang paling indah.

"Habib Ali benar-benar menjalankan apa yang diajarkan Rasulullah sehingga mereka tertarik dengan cara mengajar beliau," ucap Ali.

"Akhlak mulia yang beliau dapatkan dari kakek-kakeknya dan intinya dari Rasulullah yang membuat para pengikutnya sampai sekarang banyak sekali," tambahnya.


Ali mengemukakan, kecintaan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi dengan Rasulullah dituangkannya ke dalam tulisan yang dibuatnya.

Sejumlah puisi dan buku telah dikarangnya sebagai bentuk kecintaannya kepada Nabi Muhammad.

Satu karyanya yang sampai saat ini selalu dibaca, yakni kitab Maulid Simtuddurror atau dikenal pula sebagai Maulid Habsyi.

Kitab tersebut dikarang Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi sekira tahun 1933, dua tahun sebelum beliau wafat.

"Habib Ali beliau dikenal dengan syair-syair kerinduannya kepada Rasulullah, beliau juga mengarang kitab yang terus dibacakan sampai saat ini Maulid Habsyi," ujar Ali.

Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi meninggal pada 20 Rabiuts Tsani 1333 H.

Pada tahun-tahun terakhir menjelang wafatnya, penglihatan Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi semakin kabur.

Ali mengemukakan, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi semasa hidupnya belum pernah menginjakkan kaki di Indonesia, termasuk Solo.

"Khususnya di Solo, bukan Habib Ali melainkan putranya, Habib Alwi bin Ali, Habib Ali belum pernah ke Indonesia," tandasnya. (*)


--
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kisah Habib Ali, Ulama Yaman yang Haulnya di Solo Selalu Jadi Magnet Jemaah dari Berbagai Daerah, 

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Banner iklan disini