Desember Adalah Bulan Gus Dur, Lahu Alfaatihah

Desember Adalah Bulan Gus Dur, Lahu Alfaatihah

Muslimoderat.net - Di Indonesia, Desember adalah bulan Gus Dur, sementara jika Di Turki, Desember adalah bulan Maulana Rumi.

Soal Gus Dur adalah nama yang menyimpan kekayaan pengetahuan humaniora dan spritual yang seakan tak pernah habis dikaji. Meski telah pulang ke Rahmatullah, beliau masih terus disebut-sebut dan kata-katanya terus dikutip dan diurai oleh banyak orang.

“Apakah rahasianya?”

Aku tak bisa menjawab secara pasti, Tetapi Gus Dur seringkali mengutip dawuh Syeikh Ibn Athaillah al-Sakandari (w. 1309 M), sufi maestro dari Iskandaria, Mesir, yang tertulis dalam kitab karyanya yang sangat terkenal “Al-Hikam”:

إِدْفِنْ وُجُودَكَ فِى اَرْضِ الْخُمُولِ فَمَا نَبَتَ مِمَّا لَمْ يدْفَنْ لَا يَتِمُّ نِتَاجُهُ

” Tanamlah eksistensimu pada tanah yang tak dikenal,
Sebab sesuatu yang tumbuh
dari biji yang tdk ditanam, tak berbuah matang”.

Gus Dur memang menyimpan sejuta misteri, senang bersembunyi dan tak butuh popularitas & tak ingin dipuji.

Hasrat akan kemasyhuran akan menyibukkan diri pada urusan-urusan yang tak berguna dan mengabaikan kerja-kerja yang bermanfaat bagi manusia. Cinta pada kemasyhuran mendorong orang untuk mengurusi dirinya sendiri dan tak peduli pada orang lain.

Sementara kepedulian Gus Dur kepada orang lain tidak perlu diragukan lagi bahkan seringkali mengabaikan dirinya sendiri. Itulah Gus Dur yang selalu bersembunyi, menyimpan dirinya dan tak butuh pujian manusia.

Untuk Gus Dur Alfatihah.

Penulis: Agus Maimun Ridwan.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar