Rasulullah Bertabaruk dengan Air Hujan yang Pertama Kali Turun

Rasulullah Bertabaruk dengan Air Hujan yang Pertama Kali Turun

Muslimoderat - Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim atau dalam kitab Majmu' Syarh Al-muhadzab:

عن أنسٍ -رضي الله عنه-، قال: أصابنا ونحن مع رسول الله -صلى اللهُ عليه وسلم- مطرٌ، قال: فحسَر رسول الله -صلى اللهُ عليهِ وسلم- ثوبَه حتى أصابَه مِن المطر، فقلنا: يا رسول الله! لمَ صنعتَ هذا؟ قال: “لأنَّه حديثُ عهدٍ بِربِّه تعالى”
Dari sahabat Anas bin Malik ra berkata, “hujan turun membasahi kami (para Sahabat) dan Rasulullah SAW, maka Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam membuka bajunya, sehingga hujan mengguyur beliau, maka kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah untuk apa engkau berbuat seperti ini?’ Beliau menjawab,

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى
“Karena sesungguhnya hujan ini baru saja Allah ta’āla ciptakan.”

Imam An-Nawawi memberi syarh hadits diatas (شرح النووى على مسلم)

معنى حسر كشف أي كشف بعض بدنه ومعنى حديث عهد بربه أي بتكوين ربه اياه ومعناه أن المطر رحمة وهي قريبة العهد بخلق الله تعالى لها فيتبرك بها وفي هذا الحديث دليل لقول أصحابنا أنه يستحب عند أول المطر أن يكشف غير عورته ليناله المطر
“Makna حسر adalah membuka yaitu membuka sebagian badannya. Dan makna “baru saja Allah ciptakan” ialah penciptaan dari Allah Ta’ala dan maknanya hujan itu adalah rahmat, yakni rahmat yang baru saja Allah ciptakan, maka nabi SAW mengambil berkah (tabarruk) dari hujan tersebut. hadits ini menjadi dalil bagi para ashab syafi’iyyah bahwa pada awal turunnya hujan disunnahkan untuk membuka badannya pada selain aurat sehingga terguyur hujan”.[ngaji.web.id]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar