Puluhan Ribu Orang Hadiri Peringatan 100 Hari Wafatnya Mbah Moen di Sarang Rembang

Puluhan Ribu Orang Hadiri Peringatan 100 Hari Wafatnya Mbah Moen di Sarang Rembang

Muslimoderat - Puluhan ribu orang menghadiri acara peringatan 100 hari meninggalnya almarhum KH Maimoen Zubair di halaman pondok pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Rabu (13/11/2019 ) malam.

Hampir sama dengan saat Peringatan 40 Hari, Jalan Raya Sarang-Tuban ditutup selama pelaksanaan pengajian. Ribuan orang malam itu tumpah ruah membanjiri kota Sarang. Energi cinta Mbah maimun telah menarik  hati mereka, menggerakkan bibir mengumandangkan dzikir, merapal doa pengampunan untuk sang kiai yang teramat mereka cintai.

Hadiri pada kesempatan itu dan sekaligus menyampaikan tausiyah Pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibien Leteh, Rembang, KH Mustofa Bisri (Gus Mus),  Wakil Menteri Agama H Zainut Tauhid, Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, putra Mbah Moen yang juga Wagub  Jateng Taj Yasin Maimoen dan para kiai dari berbagai penjuru nusantara.

Gus Mus dalam tausiyahnya meminta kepada Wakil Menteri Agama RI agar mengusulkan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) menjadi pahlawan nasional.

‘’Mbah Maimun kuwi ora ngerti nasionalisme karena isme isme produk barat. Yang beliau pikirkan  tentang kebangsaan jelas. Awake dewe nduwe omah. Tempat kita tinggal sehari hari. Nak ono wong ngerusak omahe dewe yo ora terima. Sing gendeng nek ana wong kok ngrusak omahe dewe,’’ kata Gus Mus.

Menurut Gus Mus, dia menduga kalo Mbah Maimoen sendiri tidaklah membutuhkan sokongan doa untuk menduduki maqam tertinggi disurga-Nya. ‘’Justru magnet cinta Mbah Maimoen sendiri lah, yang memantik ribuan manusia berkumpul, supaya mengambil ibrah (pelajaran,red) sedalam dalamnya tentang bagaimana manusia mulia menjalani hidup secara bersahaja. Seseorang yang tidak hanya dalam masa hidup, bahkan dalam matipun memiliki daya pikat,’’ katanya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid menganggap usulan Gus Mus tersebut sangat wajar dan pasti akan ditindaklanjuti. ‘’Peran beliau dalam rangka merekatkan hubbul wathon, cinta NKRI bahkan dalam peran-peran mempertahankan kemerdekaa bacaan catatan sejarah yang bisa digali,’’ kata mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama(IPNU) itu.

Zainut Tauhid mengatakan, dari Mbah Moen mengetahui makna politik, tujuan berpolitik, dasar-dasar berpolitik, dan hukum berpolitik. ‘’Beliau mengajarkan kepada kita bahwa berpolitik itu harus dilandasi nilai dan niat yang baik. Berpolitik itu mulia jika kita dapat menempatkan politik itu sebagai sarana, wasilah bukan sebagai tujuan. Berpolitik itu harus dilandasi nilai-nilai akhlakul karimah untuk kemaslahatan agama dan umat manusia,’’ katanya.

Di PPP\, menurutnya adalah simpul perekat persatuan, sumber rujukan dan tempat bertanya berbagai persoalan serta beliau menjadi solusi dari setiap permasalahan yang timbul di PPP. ‘’Hampir semua konflik di PPP Mbah Moen yang mengurai dan menyelesaikan. Dari Kiai Maimoen saya belajar tentang nilai, istiqomah, nilai kesabaran, nilai keihlasan, nilai tawadhu’, dan Tawakal.

Dari Mbah Moen juga saya belajar sikap dan prilaku tasamuh (toleran), Sakhowah (loman),’’ katanya.

Sementara Rais Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar dalam sambutanya mengatakan, hanya ingin mengikuti dan ‘’ngalab berkah’’ KH Maimoen Zubair. ‘’Saya jadi Pengurus PBNU atas perintah Mbah Moen. Beliau adalah sosok mampu menggabungkan kecerdasan sepiritual dan intelektual sehingga dapat diterima umat di Indonesia. Sekarang kita sulit menemukan sosok seperti beliau, ilmu ada dua yaitu ilmu boleh disebarkan keumat dan tidak boleh disebarkan umat dan beliau lah yang dapat menyebarkan ilmu yang dapat diterima semua umat,’’ tegasnya. (sigijateng.id)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar