[Ngaji Gus Baha] Tidak Hanya dengan Shalawat, Cintai Rasulullah dengan Akal

[Ngaji Gus Baha] Tidak Hanya dengan Shalawat, Cintai Rasulullah dengan Akal

Muslimoderat.net - Rais Syuriah PBNU KH Baha’uddin Nur Salim (Gus Baha) menyerukan agar ada juga yang mencintai Nabi Muhammad berdasarkan akal. Maksudnya, mencintai yang tidak hanya suka bersalawat, tapi juga mau memikirkan keistimewaan yang dimiliki oleh Rasulullah.

Demikian itu disampaikannya saat mengisi kajian dalam peringatan maulid nabi dan Haul Habib Muhammad bin Hamid Al-Kaff di Rumah Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, Desa Demaan, Kudus, Ahad (17/11/19).

"Contohnya coba pikirkan tentang kepribadian beliau yang amat mulia. Beliau itu bahkan mau memikirkan dan meminta maghfirah atas dosa yang tidak pernah diperbuatnya sebab saking cintanya pada umat,” jelas Gus Baha.

Makanya Nabi paling utama itu Nabi Muhammad. Sebab beliau rela melakukan apapun kebaikan demi memikirkan orang lain, bukan dirinya ataupun keluarganya, tetapi umatnya.

“Saya kalau baca hadis syafaat itu nangis, sebab itu tadi. Beliau direwangi (dibela-belain.red) tahajjud sampai bengkak kakinya demi umat,” sebutnya.

Lebih lanjut, Gus Baha mengutarakan perangkat yang digunakan Nabi adalah sujud. Ia kemudian menceritakan ketika kelak seluruh Nabi tidak sanggup memberi syafaat kecuali Nabi Muhammad.

“Masyhur itu, Nabi bersujud sampai Allah memintanya untuk bangun dan akhirnya diberikan hak syafaat,” katanya.

Makanya, imbuh Gus Baha, kita semua harus banyak bersyukur dijadikan sebagai umat Nabi Muhammad. Sebab disebut sebagai ummatan marhumah (umat yang dikasihi).

"Tapi saya ulangi, senang kepada Nabi itu jangan sekadar suka, tapi juga harus didasarkan pada kontruksi akal yang benar,” tandasnya.[]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar