[Ngaji Gus Baha] Jangan Terlalu Lunak dan Jangan Terlalu Keras

[Ngaji Gus Baha] Jangan Terlalu Lunak dan Jangan Terlalu Keras

Muslimoderat.net - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim menyampaikan bahwa Sayidina Umar bin Khattab pernah bertindak lunak terhadap suatu hal.

"Ketika saya ngambil sikap lunak juga sebetulnya saya punya khasyah (takut Allah) karena dianggap pembiaran, ketika terlalu ekstrem saya juga takut Allah. Jangan-jangan itu tanfir, menjadikan orang jauh dari orang-orang saleh karena terlalu keras," kata Gus Baha mengutip pernyataan Sayidina Umar bin Khattab saat mengisi pengajian yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Al Quran (PSQ) asuhan Prof. Dr. M. Quraish Shihab di Masjid Bayt Al-Qur'an, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Ahad (24/11).

Karenanya, Gus Baha menyatakan bahwa sikap kita untuk mengikuti para ulama haruslah moderat, yakni tidak terlalu lunak, pun tidak juga selalu kasar. "Jangan lunak sampai pembiaran, jangan keras dianggap tanfir (berefek tidak suka sehingga lari)," katanya.

Maka menurutnya terkadang para ulama berikutnya menerima banyak alternatif karena banyaknya referensi yang dimiliki dengan beragam pandangan di kalangan para ulama terdahulunya yang menjadi rujukan.

Di samping itu, Gus Baha juga menyampaikan bahwa tidak boleh menghakimi orang lain dengan memastikan masuk neraka, mengafirkan, atau menyebut Allah swt tidak akan mengampuninya.

Gus Baha mengingatkan agar tidak perlu mengecap orang kafir, tidak diampuni oleh Allah SWT, ataupun masuk neraka. Sebab, Allah SWT sendiri justru mengajak hamba-Nya untuk masuk ke surga-Nya, Wallahu yad'u ilaa darissalaam.

"Allah yang Tuhan saja memanggil yang sedang di luar dipanggil masuk, masak kita gara-gara saleh yang over yang sudah di dalem mau dikeluarin," kata kiai asal Rembang, Jawa Tengah itu.

Source : kajiangusbaha
📷 KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) & Prof. Dr. M. Quraish Shihab

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar