[Ngaji Gus Baha] Islam Indonesia Terbaik di Dunia Karena Hal ini

[Ngaji Gus Baha] Islam Indonesia Terbaik di Dunia Karena Hal ini

Repost @kajian.gusbaha

Muslimoderat - Saat ngaji di Pondok Pesantren Darus Salam Tuban, pada Jum’at 1 November 2019, Gus Baha memberikan nasehat kebangsaan yang sangat menyejukkan hati umat Islam Indonesia

“Kenapa Islam di Indonesia punya gelar sebagai Islam terbaik di dunia? Kita lihat di Timur Tengah, seperti Mesir, Syiria, Iraq dan lainnya selalu ada konflik, bahkan sampai terjadi pembunuhan. Padahal kita tahu, dosa besar pertama adalah musyrik. Kemudian dosa besar selanjutnya adalah orang mukmin saling membunuh,” kata Gus Baha

Bagi Gus Baha, Indonesia ini bukan demikian. Kalaupun benci sama tetangga, misalnya, paling hanya ngrasani (saling membicarakan satu sama lain). Cuma segitu saja. Tidak sampai saling bunuh

“Lha, itupun nanti kalau lebaran ya nanti akan salaman lagi. Kalau ada kegiatan, ya tetap bersama. Tidak sampai membunuh. Usai lebaran, bisa jadi konflik lagi. Makanya, kata Mbah Moen, kita harus bangga jadi orang Muslim Indonesia. Karena kita tidak mengalami dosa terbesar setelah syirik tadi, yakni saling membunuh,” lanjut Gus Baha

Indonesia, lanjutnya, punya tradisi tepo seliro (tenggang rasa) yg luar biasa

“Tradisi tepo seliro itulah yg telah menjaga stabilitas keamanan selama ini. Kl demikian, apa kearifan kita mau kita gadaikan atau malah kita lestarikan?” tegasnya

Bagi Gus Baha, kita harus tetap menghormati negara, patuh sama negara

“Ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad: Setiap kalian adalah pemimpin dan harus bertanggungjawab atas kepemimpinannya,’ lanjutnya

Gus Baha lalu mengisahkan kalau dirinya dapat doa dari Mbah Moen. “Saya punya doanya Mbah Moen sebelum wafat. Beliau mencatat banyak doa, diantaranya adalah doa “Allahumma Alqi Bainahuma Ulfatan wa Mawaddatan”. Artinya,“Ya Allah, jadikanlah dua tokoh ini, Pak Jokowi & Pak Prabowo, saling asih & saling mencintai,” kata Gus Baha

'Sebelum berangkat (haji) itulah, doa ini tadi salah satu yg dititipkan santri Ndalem untuk saya. Saya baca agak gimana, masak benar doa ini. Uniknya, doa ini ditutup dengan kalimat,“Min Abdika al-Faqir Maimoen Zubair. Mbah Moen ingin Allah melihat beliau yg sedang berdoa ini,” tegas beliau

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar