Ngaji Bersama Gus Baha, Islam Terasa Sangat Membumi

Ngaji Bersama Gus Baha, Islam Terasa Sangat Membumi

Muslimoderat - "Karena saya orang alim, ya ibadah saya mengajar. Kalian yang awam, tugasnya belajar. Orang kaya ibadahnya sedekah. Orang miskin ibadahnya bersabar"

Kira2 begitulah salah satu isi pengajian gus baha' ...

“Manusia itu diciptakan tujuannya supaya beribadah kepada Tuhan. Masalahnya, definisi ibadah kita itu sering cupet. Ibadah itu kan tidak hanya salat, puasa, haji, sedekah, dll. Momong anak ya ibadah, mencari rezeki ya ibadah, kumpul silaturahmi dengan kawan ya ibadah, makan ya ibadah, tidur ya ibadah. Makanya kalau tidur ya diniati ibadah, daripada kalau tidak tidur nanti malah ghibah, mabuk-mabukan, pergi ke tempat prostitusi….

“Jadi orang jangan terlalu khusyuk. Orang Khawarij itu khusyuk-khusyuk…”

Pendek kata, mengikuti ngaji bersama Gus Baha’ membuat islam terasa sangat membumi tetapi tidak sampai tercerabut dari akar syariat...

“Kamu punya uang banyak. Terus ada orang menjual tanah strategis di pinggir jalan. Kamu kuat membeli. Tapi tidak kamu beli. Kalau tanah itu kemudian dibeli orang lalu dipakai menjadi tempat maksiat, kamu ikut berdosa. Makanya kalau ada orang baik yang kaya, kalian harus suka. Setidaknya dengan uang di tangannya, dunia tidak bertambah buruk.”
-
Beberapa waktu yg lalu saya bersama Suyoto Ibnu Sepensix, Nawir Muhammad, Muhammad Shidqul Amin sowan ke ndalem Beliau (gus baha')...

Tujuanya murni sowan...
Sowan ke ndalem Beliau itu seperti ngaji yg gak resmi... Karena yg dibahas dari awal sampai akhir adalah ilmu...
Tentunya tak ketinggalan ketawa khas beliau ketika melempar jokes segar kepada kami...

Di akhir sowan, teman2 saya di suruh keluar... Sedangkan saya disuruh mengikuti Beliau masuk ke ruang perpustakaannya...
Jujur, saya lumayan merasa terharu sekaligus malu ...
Diajak khusus ke ruang pribadinya, berbicara empat mata...

"pean iseh susah yo mad" ?

Saya lumayan terkejut dg pertanyaan yg dilontarkan Beliau...
Padahal saya dan teman2 dari awal sowan tak ada yg curhat masalah pribadinya...
Dan teman2 saya(yg rata2 pebisnis itu) secara juga punya beberapa masalah...

"ojo susah mad yo... Ora oleh susah wong iku...

sampean oleh susah nek pancen wes ora iso manfaati kanggo agomo"

Mendengar nasehat dari Beliau, dada ini membuncah haru, sekaligus lega...
Mata saya lumayan berkaca2... Entah Beliau melihat atau tidak..
Nasehat beliau pada waktu itu lumayan berpengaruh bagi hati saya...

Dan memang hidup itu penuh "kejutan" dari Allah swt...
Kita harus belajar memeluk dan terbiasa menerima "kepahitan"... Karena gak mungkin hidup akan bahagiiiiiiiiiiiiaaaaaaaaa terus..

Sebaik atau sesoleh apapun kamu, Pasti akan dikasih "imtihan dan "ikhtibar" oleh Allah SWT..

Jadi terbiasalah dan berbiasalah...
Mencintai sepenuhnya nasib kita sendiri2...
Apapun bentuknya...

-
Dishare dari Mohammad Abdullah Mukhbar Mizda

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar