Musykerwil jelang Seabad NU, PWNU Jatim Minta Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Masjid Wakaf

Musykerwil jelang Seabad NU, PWNU Jatim Minta Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Masjid Wakaf

Muslimoderat.net - Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar meminta sertifikasi gratis masjid menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo dan  Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Pasalnya ada puluhan ribu masjid di Jawa Timur yang belum tersertifikasi.

Hal tersebut disampaikan KH Marzuqi Mustamar dalam sambutannya dalam pembukaan Musykerwil PWNU Jawa Timur di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jumat (29/11/2019) malam.

Menurutnya sertifikasi masjid menjadi hal yang penting demi menjaga keberadaan tempat ibadah untuk masyarakat.

"Tanah wakaf di Jawa Timur ada puluhan ribu yang harus disertifikatkan. Jangan sampai ada anak cucu ahli waris yang menggugat tanah wakaf karena belum tersertifikasi," kata KH Marzuqi Mustamar.

Ia mencontohkan, kasus semacam ini tidak hanya terjadi satu kali, melainkan beberapa kali.

Pengasuh Pondok Pesantren Sabilul Rosyad Malang ini kemudian mencontohkan salah satu kejadian serupa terjadi di Malang.

Di mana ada kasus gugatan tanah wakaf masjid oleh pewaris yang kebetulan sudah pindah agama dari Islam.

Lantaran pewaris mengetahui bahwa tanah wakaf tersebut belum disertifikatkan, maka dalam gugatan tersebut berhasil menang di pengadilan.

"Masjid ini hampir berubah menjadi gereja. Untungnya warga masyarakat kemudian urunan membeli kembali tanah wakaf tersebut pada pewaris," lanjut Kiai Marzuqi Mustamar bercerita.

Oleh sebab itu, ia tak ingin kasus serupa kembali terjadi di daerah lain di Jawa Timur maupun Indonesia.

Sehingga menyertifikasi tanah wakaf menurutnya menjadi hal yang urgen.

Ia mendorong agar seluruh lembaga NU menaruh perhatian untuk menyertifikatkan tanah wakaf yang belum tersertifikasi.

"Syukur-syukur kalau sertifikasi masjid ini gratis di pemerintahan Bu Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur maupun di pemerintahan Presiden Jokowi ini," katanya.

Selain perkara sertifikasi masjid yang berasal dari wakaf, yang juga menjadi konsen dalam Musykerwil PWNU Jawa Timur jelang satu abad NU ini, adalah masalah pendidikan dan kesehatan.

Di bidang kesehatan, ia menyampaikan bahwa PWNU Jawa Timur ingin mencanangkan upaya setiap PD memiliki faskes dan rumah sakit.

Menurutnya setiap PC di Jawa Timur hampir semua sudah memiliki faskes.

"Tinggal Jember selatan yang mau ditingkatkan dari balai kesehatan menjadi rumah sakit tipe D. Lalu juga di Asem Bagus akan dibangun rumah sakit. Serta di Paiton juga akan dibangun rumah sakit tapi harus menunggu 'suwuk' dari Ibu Gubernur," kata Kiai Marzuqi Mustamar.

Selain itu disorot masalah stunting. Di mana Jawa Timur masih di angka 32 persen untuk warga yang mengalami stunting.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi stunting.

Musykerwil ini turut dihadiri sejumlah tokoh, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

Termasuk  sejumlah pengasuh pondok pesantren, Rektor Universitas Brawijaya dan juga dirjen dari Kementerian Perdagangan dan jajaran kiai ulama Jawa Timur.

Terkait sertifikasi masjid wakaf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya segera menjawab harapan  Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar.

Khofifah mengatakan bahwa pemerintah siap mewujudkan hal tersebut.

"Kalau soal yang didawuhkan Kiai Marzuqi Mustamar terkait sertifikasi masjid wakaf, insya Allah kami siap. Karena ini juga komitmen dari Menteri ATR untuk menyisir tanah wakaf yang belum tersertifikasi," kata Khofifah.

Sedangkan untuk masalah stunting diakui Khofifah bahwa angka stunting Jawa Timur masih di atas rerata nasional.

Daerah tertinggi kasus stunting ada di Sampang, kedua ada di Pamekasan, sedangkan Probolinggo ada di urutan kelima besar.

Peningkatan kualitas SDM khsuusnya dalam menurunkan angka stunting menjadi salah satu program prioritasnya dalam lima tahun ke depan.

"Karena kasus stunting bukan hanya soal kerdil badan tapi kerdil otak. Khusus stunting ini saya ingin tekankan bahwa penanggulangan stunting bukan hanya saat hamil, tapi juga saat masih remaja dengan cara pemberian wawasan kesehatan reproduksi remaja," ucap Khofifah.

Musykerwil PWNU Jawa Timur diselenggarakan selama dua hari hingga 30 November 2019.

Musykerwil ini bertema Konsolidasi Organisasi Percepatan Program Strategis Menuju Satu Abad Nahdhatul Ulama.


--
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Musykerwil jelang Seabad NU, PWNU Jatim Minta Pemerintah Gratiskan Sertifikasi Masjid Wakaf

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar