Markas Besar Oelama Diresmikan, Tempat Pendiri NU Menyusun Strategi Perang Melawan Belanda

Markas Besar Oelama Diresmikan, Tempat Pendiri NU Menyusun Strategi Perang Melawan Belanda

Muslimoderat - PWNU Jawa Timur meresmikan gedung Markas Besar Oelama (MBO) di Jalan Satria No. 181 Kedungrejo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (16/11/2019) malam. Gedung bekas markas para ulama Nahdlatul Ulama (NU) pada masa penjajahan itu diresmikan langsung Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar.

Ratusan nahdliyin dari berbagai daerah di Jatim hadir, termasuk sejumlah pengurus PWNU dan utusan NU cabang se-Jatim. Kiai Marzuki berharap MBO nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga nahdliyyin untuk kegiatan-kegiatan yang bernuansa perjuangan.

"Menurut saya, ketika kader-kader NU melakukan kegiatan yang membutuhkan penguatan spiritual, di sinilah tempatnya. Yang penting, dimanfaatkan untuk perjuangan NU dan kepentingan NKRI," kata dia di sela-sela peresmian MBO, Minggu (17/11/2019).

Koordinator Tim Penyelamatan Aset NU, Tapak Tilas dan Renovasi Gedung MBO Zaman Kemerdekaan RI, M Syukron Dosi mengatakan, daerah-daerah di Surabaya, Sidoarjo dan wilayah sekitarnya menyimpan banyak cagar budaya berkaitan perjuangan bangsa Indonesia, di antaranya Gedung MBO.

Dia menjelaskan, MBO adalah tempat berkumpulnya para ulama yang dipimpin oleh Kiai Bisri Syansuri sebagai kepala staf dan menjadi sentrum komando barisan Mujahidin yang dipimpin KH Abd Wahab Chasbullah untuk perjuangan 10 November 1945.

"Di markas MBO ini, konon KHM Hasyim Asy’ari, KH Abd Wahab Chasbullah dan KH Bisri Syansuri mengoordinasi para kiai sepuh berkumpul. Di tempat ini pula, strategi perang terhadap Belanda dirancangyang akhirnya melecut peristiwa 10 November yang kini diperingati sebagai hari pahlawan," katanya.

Atas sejarah ini, PWNU Jatim ingin mengembalikan rumah, aset sejarah yang berharga kembali kepada nahdliyin. "Selama ini NU terus berupaya menjaga dan melestarikan cagar budaya peninggalan sejarah agar tetap menjadi bukti untuk generasi yang akan datang tentang nasionalisme para ulama pada era revolusi perjuangan," katanya.

Sumber: Inews.id

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar