KH Abdurrahman Nawi: Jangan Jauh-jauh dari Pesantren Kalau Ente Mau Hidup Barokah

KH Abdurrahman Nawi: Jangan Jauh-jauh dari Pesantren Kalau Ente Mau Hidup Barokah

Muslimoderat - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Awwabin Depok, Abuya KH Abdurrahman Nawi kerap menyampaikan agar cucu-cucunya tidak jauh-jauh dari pesantren agar hidup menjadi berkah. Pesan tersebut pernah disampaikan Abuya kepada salah seorang cucunya, Ustadz Mawardi.

“Jangan jauh-jauh dari pesantren kalau ente mau hidup barokah...,” kalimat itu yang disampaikan Abuya kepada Mawardi.

“Boleh jadi sejumlah alumni Al-Awwabin juga pernah mendapat pesan serupa atau bahkan mungkin diperoleh dalam forum pengajian. Kepada saya sendiri, beliau juga pernah menyampaikannya,” katanya dalam sebuah tulisannya yang pernah dimuat NU Online.

Menurut Mawardi, pesan Abuya ini terbilang sederhana dan renyah, tetapi bukan berarti kita juga memahami dan memaknai pesan tersebut dengan cara yang sederhana. Hal yang tidak kalah penting adalah memahami dan memaknai pesan utama di balik ungkapan almarhum. Dua kata kunci: pesantren dan barokah.

“Pertama kata ‘pesantren’ dan kedua kata ‘barokah.’ Saya memahami pesantren dalam pesan itu adalah sebuah nilai-nilai takwa, nilai-nilai kesalehan. Pesantren adalah sebuah personifikasi dari nilai-nilai tersebut. Makna di atas tentu saja tidak terlepas dari berbagai praktik, ritual dan rutinitas, yang dilakukan dan dibiasakan di pesantren pada hakikatnya merupakan amaliyah dari ciri-ciri orang yang bertakwa. Begitupun dengan keilmuan yang diajarkan di pesantren yang bertujuan mengantarkan seorang santri pada tujuan takwa dan kesalehan,” jelasnya.

Di dalam pesantren, menurut dia, santri diwajibkan untuk shalat berjamaah, puasa sunnah, berbagai macam shalat sunnah muakkad: shalat tahajjud, hajat, duha, dan lain-lain. Begitupula dengan dzikir dan berbagai amalan lainnya. Karena pada hakikatnya, amaliyah yaumiyyah di pesantren yang bersifat “wajib” bagi para santri itu merupakan suatu proses internalisasi atau pembatinan nilai-nilai ketakwaan dan kesalehan.

“Dengan demikian, makna penting yang lain dari pesan ‘Jangan jauh-jauh dari pesantren kalau ente mau hidup barokah...,’ artinya adalah agar kita senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai ketakwaan agar hidup kita terhindar dari segala perbuatan dosa yang menjerumuskan ke dalam neraka,” jelas Mawardi.

Abuya KH Abdurrahman Nawi wafat di Pesantren Al-Awwabin Depok sepulang dari Rumah Sakit Bakti Yudha Depok, Jawa Barat, Senin (18/11) pada pukul 13.35. Ia dilahirkan di di Tebet Melayu besar Jakarta Selatan pada Jumat bulan Safar 1354 H bertepatan dengan tahun 1933 M. Ayahnya bernama H Nawi bin Su’id. Sedangkan ibunya bernama ‘Ainin binti Rudin.

“Iya, betul abuya wafat,” ujar Ustadz Darul Qutni ketika diklarifikasi NU, “Mohon bersama kita kirimkan doa Al-Fatihah. Mudah-mudahan amal beliau diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin,” harapnya.

Sumber: NU Online

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar