Keagungan Nabi Muhammad yang Tidak Sebanding Disejajarkan dengan Siapapun

Keagungan Nabi Muhammad yang Tidak Sebanding Disejajarkan dengan Siapapun

Muslimoderat.net - Baginda NABI MUHAMMAD SAW adalah satu-satunya manusia yang tidak bisa dibandingkan dengan siapapun.

HAKIKAT KANJENG NABI.
Al Jaadiri (818 h) mengutip pendapat para ulama :
لا يعرف الله إلا(سيدنا) محمد ولا يعرف (سيدنا) محمدا إلا الله [ شرح البردة للجاديري 177 ]
Tidak mengenal Allah kecuali Nabi Muhammad, dan tidak mengenal Nabi Muhammad kecuali Allah.

Syekh Tijani mengutip ucapan Uwais Alqarani (tabiin) yang berkata kepada para sahabat, diantaranya sahabat Umar dan sahabat Ali : " kalian semua tidak melihat dari Nabi kecuali hanya melihat bayangannya.
Para sahabat bertanya : "apa termasuk juga (tidak melihat dari Nabi kecuali bayangannya) Ibnu Abii Quhafah (Abu Bakar) ???
Uwais menjawab : " termasuk Ibnu Abii Quhafah (Abu Bakar).
قال أويس القرني رضي الله عنه للصحابة : ما رأيتم منه إلا ظله، قالوا : ولا ابن أبي قحافة ؟ قال ولا ابن أبي قحافة
( جواهر المعاني 156)

Lebih jauh Syekh Abu Yazid Al Busthami berkata : "aku menyelam kedasar lautan kemakrifatan untuk mengetahui hakikat Nabi Muhammad (HAKIKAT MUHAMMADIYYAH), ternyata antara aku dengannya masih tertutup oleh seribu hijab dari cahaya, andai aku mendekat pada satu cahaya saja maka aku akan terbakar, seperti terbakarnya rambut didalam api. (Jawahir Al Ma'ani 156)

KERASULAN NABI.
Kanjeng Nabi, dikenal oleh siapapun, sedangkan kita, siapa yang mengenal?
Ketika mensyarahi Qasidah Hamziyah milik Imam Bushairi, Syekh Tijani berkata : seantero jagat raya semuanya mengenal bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, kecuali orang-orang bodoh seperti manusia dan jin yang ahli maksiat, hal ini bisa dilihat bagaimana Allah swt memaksa semua makhluknya untuk bershalawat pada sang baginda SAW.
(Al Irsyaadaat Al Rabbaniyyah 7).

Jadi, jika ada yang membandingkan sang Nabi dengan yang lain, itu merupakan kebodohan diri yang dipamerkan, namun untuk orang seperti ini kita jangan mengotori lisan kita dengan kata-kata kotor.
Cukup dengan meniru doa junjungan kita :

اللهم اهد قومي فإنهم لا يعلمون
Wahai Allah, berilah hidayah dan petunjuk untuk kaumku, karena mereka tidak mengetahui.

• Ahmad Tijani Mukhlas •

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar