Gus Baha, Walaupun Luas Ilmunya tapi Tetap Tawadhu'

Gus Baha, Walaupun Luas Ilmunya tapi Tetap Tawadhu'

Muslimoderat.net - Gus baha, dengan keluasan ilmunya, tetap menunjukkan sikap tawadhu’. Beliau Alim, tapi tidak merasa paling Alim. Beliau tawadhu’, tapi tidak merasa paling tawadhu’.

Adakalanya orang pintar, tapi merasa dirinya paling pintar. Ada juga orang tawadhu’ merasa dirinya paling tawadhu’, keduanya sama dalam presisi yg berbeda.

Intinya ada ujian dalam setiap sikap. Orang tawadhu’ juga bisa dikatakan takabur bila dia merasa lebih sempurna dari yang lain karena tawadhu’ nya itu.

Syeikh Ibn ‘Atha’illah juga menasehati kita dalam salah satu butir hikmahnya;

لَيْسَ الْمُتَوَاضِعُ الَّذِيْ اِذَا تَوَاضَعَ رَأَي اَنَّهُ فَوْقَ مَا صَنَعَ وَلَكِنَّ الْمُتَوَاضِعَ اِذَا تَوَاضَعَ رَأَي اَنَّهُ دُوْنَ مَا صَنَعَ

“Mutawadhi’ (orang yang tawadhu) itu bukanlah seseorang yang tawadhu jika merasa dirinya lebih dari apa yang ia perbuat. Akan tetapi, orang tawadhu itu adalah yang meski ia tawadhu tapi merasa dirinya kurang dengan apa yang telah ia perbuat”

--
Oleh: Aly Taufiq(fb)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar