Gus Baha Kagumi Sosok dan Keilmuan Hadratussyaikh Hasyim Asyari

Gus Baha Kagumi Sosok dan Keilmuan Hadratussyaikh Hasyim Asyari

Muslimoderat - Pada Minggu (20/10/19). Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) silaturrahmi ke Pesantren Tebuireng. Sejak dini hari, pukul 03.00 WIB sudah berada di Tebuireng dan sekitar pukul 05.00 WIB langsung melakukan ziarah ke maqbarah masyayikh Tebuireng.

Gus Baha tampak didampingi oleh KH. Dr. Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), ia merupakan kiai muda asal Peterongan, Jombang. Ia merupakan Katib PBNU termuda di antara pengurus lainnya. Keduanya menjadi wajah baru di jajaran Syuriah PBNU yang diangkat Agustus lalu.

Dari pihak Tebuireng, Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyambut kedatangan Gus Baha’ dan rombongan. Tampak pula KH. Agus Fahmi Amrullah Hadziq dan KH. Agus M. Zaki Hadziq menemani kedatangan tamu di Dalem Kasepuhan.

“Tadi kami ngobrol ringan tentang banyak hal,” tutur gus Zaki Hadziq.

“Tentang mbah Moen (KH. Maimoen Zubair) yang banyak sekali mengutip kitab karya Hadratussyaikh sebagai referensi pemikiran, khususnya risalah ahlussunnah wal jama’ah,” imbuh gus Zaki menceritakan salah satu obrolan dengan Gus Baha’.

Sebelumnya, saat Gus Baha’ berkunjung ke Korea, beliau juga mewajibkan untuk seluruh masjid yang diisi oleh warga Nadliyin di Korea untuk mengkaji kitab (risalah ahlussunnah wal jama’ah)  tersebut. Ini bukti bahwa Gus Baha’ mengagumi dan menghormati betul sosok Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.

Selama di Dalem Kasepuhan, Gus Baha’ juga sempat masuk ke kamar Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, didampingi oleh Gus Kikin dan Gus Zaki.

“Selain itu kami juga berbincang tentang hubungan kekerabatan antara menantu kyai Hasyim, suami Bu Nyai Khoiriyah yaitu KH. Muhaimin yang berasal dari Lasem. Kehadiran Gus Baha’ seperti merajut kembali antara Tebuireng dan Lasem,” pungkas gus Zaki.[disarikan dari tebuireng.online]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar