[Gus Baha] Anak Adalah penerus Agama Islam, Begini Cara Mendidiknya

[Gus Baha] Anak Adalah penerus Agama Islam, Begini Cara Mendidiknya

Muslimoderat - Gus Baha’ mengaku tidak pernah memukul anaknya, “Bagaimana bisa mukul ketika saya selalu ingat bahwa ia adalah umatnya Nabi Muhammad yang kelak akan menjadi penerus agama Islam.”.

Jangan sampai anak merasa kecewa dengan Bapaknya. Kekecewaan anak terhadap orang tua, agaknya sebanding dengan kekecewaan orang tua terhadap anak.

Sebagai orang tua kita merasa yang paling berhak atas masa depan anak kita.
Sebagai anak, kita justru yang paling berhak kelak mau menjadi apa.
Wajar, sebab zaman yang dialami oleh orang tua dan anak sama sekali berbeda.

Gus Baha’ selalu mewanti-wanti bagaimana anaknya harus bangga kepada bapaknya, ini bukan persoalan sombong-sombongan, tapi ini mendidik kepada anak agar ia tidak kecewa kepada orang tuanya dengan membanding-bandingkan orang tuanya dengan orang tua temannya.

Gus Baha’ mempunyai pola hidup yang sederhana, beliau punya televisi karena, jangan sampai anaknya pergi dari rumah hanya ingin menonton televisi di tetangga.

Bagi saya ini persoalan yang sulit. Bagaimana agar anak bisa bangga mempunyai orang tua seperti kita.

Gus Baha’, ketika memberikan uang saku untuk sekolah kepada anaknya yang masih sekolah setingkat SD selalu lebih dari teman-temannya. Kata istrinya apakah itu tidak boros jika anak seusia itu dengan uang 5.000 sedangkan teman-temannya hanya diberi uang saku 2.000.

Kata Gus Baha’ tidak.
Sama sekali tidak boros.
Gus Baha ingin mengajarkan kepada anaknnya untuk selalu jajan kepada penjual-penjual jajanan di sekolah, persoalan tidak sehat dan atau tidak enak lalu dibuang silahkan, buang saja.
Intinya bagi bagi rizqi kepada sesama (para penjual).

Persoalan dibuang berarti itu adalah rejekinya hewan-hewan seperti semut, cacing dan lain-lain. Gus Baha’ ingin mengajarkan bahwa kita harus mempunyai kontribusi kepada orang yang mencari nafkah dengan cara yang halal; berjualan jajanan di sekolah-sekolah.

Tidak ada yang mubazir, bagi Gus Baha’. Cara pandang seperti ini tentunya tidak lazim, dan tergantung pada niatnya.

Meskipun tidak lazim, minimal bisa memberikan kita pemahaman yang lain, bahwa mendidik anak adalah pilihan orang tua.

Nasehat Gus Baha’ kepada para orang tua adalah jangan mengira bahwa anak nakal itu tidak ada hubungannya dengan orang tua, sangat berhubungan.
Jika kalian ingin melihat dirimu, maka lihatlah anakmu.

Sumber: Galeri Foto Dan Kisah Teladan Ulama.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar