Gubernur Jateng Terpikat Gaya Dakwah Gus Miftah

Gubernur Jateng Terpikat Gaya Dakwah Gus Miftah

Muslimoderat - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkesan dengan cara Gus Miftah dalam berdakwah, yang menekankan silaturahmi dan mempertahankan nilai kultural Jawa.

Hal itu, menurutnya, yang sekarang diperlukan untuk menjelaskan penjabaran sila pertama Pancasila kepada semua kalangan.

“Kalau mendengarkan Islam itu, seperti apa sih? Gus Miftah bisa menggunakan cara zaman sekarang. Ketika ada persoalan, bisa dijelaskan dengan mudah. Tua-muda bisa. Lalu Islam, waktu masuk ke Tanah Jawa itu, banyak pendekatan-pendekatan budaya. Jadi, kultural itu jangan sampai hilang,” kata Ganjar Pranowo di depan ribuan jemaah yang hadir dalam acara Milad ke-7 Ponpes Ora Aji Yogyakarta, Sabtu (2/11/2019) malam.

Pendekatan kultural yang dilakukan Gus Miftah tersebut sudah terlihat sejak di pintu masuk menuju areal Ponpes Ora Aji.

Pasukan Bergada sudah bersiap menyambut dan mengiringi Ganjar Pranowo dan tamu undangan lainnya masuk ke areal masjid.

Selain itu, juga ada lagu berjudul Milad Ora Aji yang dilantunkan oleh ibu-ibu jemaah saat membuka acara.

“Seperti lagu Milad Ora Aji tadi. Pesannya itu sampai. Jadi, kalau mau mengabarkan ke sedulur-sedulur, itu sampai,” ungkap Ganjar.

Hal lain yang juga menjadi perhatian Ganjar adalah perihal silaturahmi. Gus Miftah sempat menuturkan, banyak masyarakat di sekitar Ponpes Ora Aji yang tidak beragama Islam. Meski sempat ada yang menentang saat Ponpes akan didirikan, tetapi dengan silaturahmi yang baik justru masyarakat sekitar sekarang bisa menerima dengan baik.

“Begitu ada silaturahmi, jalan terbuka dan bisa saling menerima. Jadinya sekarang seperti ini, semua suka. Tidak ada yang marah, karena yang dikabarkan baik,” papar mantan anggota DPR RI ini.
Gubernur juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga silaturahmi dan saling menghormati, apapun agama, suku dan golongannya.

“Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya bertuhan. Semua agama itu baik, bagi para pemeluknya. Saya titip, silaturahmi itu terus dijaga. Saya datang ke sini ini, ya untuk menjaga silaturahmi,” terangnya.
Acara Milad ke-7 Ponpes Ora Aji tersebut juga dihadiri artis Deddy Corbuzier dan Kapolda DIY. Deddy Corbuzier mengatakan, setiap orang harus menghargai semua agama.

Sementara, Kapolda DIY, Irjen Ahmad Dofiri, menyampaikan, kaidah Islam itu adalah mempertahankan tradisi atau nilai lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.

“Saya baru kali ini mau masuk ke tempat pengajian diarak pakai Bergada. Di tempat lain tidak ada. Bergada itu pasukan zaman Mataram. Artinya, itu budaya yang bagus dan diuri-uri oleh Gus Miftah. Seperti kata Pak Ganjar, kalau Gus Miftah itu sesuai konteks zaman sekarang,” kata Ahmad Dofiri. [moeslimchoice]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar