Berkah Makan di Kantin Milik Kiai, Santri Nakal itu Berangsur Menjadi Orang Baik

Berkah Makan di Kantin Milik Kiai, Santri Nakal itu Berangsur Menjadi Orang Baik

Barokahe Kantin Ndalem.

Muslimoderat.net - Sumber cerita dari pk Bahak MA dan diriwayatkan oleh khodir wijaya.

Dulu pas ngaji salah satu ustadz yang bernama Ustd. Baha'uddin (bukan Gus Baha' yang terkenal itu). Beliau bercerita, sewaktu masih jadi keamanan pondok Al Anwar pusat. Beliau pernah di hadap kan situasi sulit.

Ada seorang santri dr Jawa Timur (blok meduro) yang nuakalnya minta ampun. Di kasar model apapun gk tobat", di halus juga tak kunjung tobat". Walhasil karena sudah kakuati poll. Pak Baha' dkk memutuskan untuk memanggil orang tuanya guna mengadukan perilaku anak nya di pondok dan niat memboyongkan. Si orang tua pun memaklumi kenakalan anaknya yang sedari di rumah emang sudah nakal. Tapi, orang tuanya tidak putus asa untuk menginginkan putranya itu menjadi anak yang baik. Karena berbagai cara sudah di lakukan untuk kebaikan si anak dan tak kunjung berhasil" menjadikan si anak jadi anak baik. Orang tuanya pun memasrahkan sepenuhnya terhadap pondok. Mau di apapun juga ikhlas, bahkan kalo mentok orang tuanya yang berdarah madura pun ikhlas kalaupun si anak harus mati di pondok. Ortunya sudah pasrah srah terhadap pondok, mau di apapun ikhlas sepenuhnya.
Walhasil, tidak menemui titik temu dan masih saja nakal. Keamanan, orang tua santri dan si anak pun sowan ke ndalem Mbah Yai Maemoen. Setelah bercerita panjang lebar perihal kelakuan si anak, Mbah Yai tetap suantai dan hanya bilang "iki mesti gk tau mangan ng kantinku" Ini mesti tidak pernah makan di kantinku.

Setelah itu si bapak mengekoskan (menaruh uang makan) anknya di kantin ndalem semuanya. Anehnya, setelah makan di ndalem sedikit demi sedikit kelakuan si anak berangsur membaik dan rajin. Tobatnya hanya gara" makan di kantin kiainya.

Mengapa makan di kantin kok barokah sekalii, krn mulai dari yang nanam padi, matun, ndisel, dsb sampai panen adalah kang santri (tidak dibayar/ikhlas) yang memasak juga kang santri, yang menjual kang santri dan yang punya kiai. Semua elemen makanan yang ada di kantin berbau keberkahan semua.
Perilaku sesorang itu juga bisa tergantung apa yang di makan.

Dishare dari Pak Abdur Rohim

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar