Saat Jalani Thowaf, Mbah Maimoen Saksikan Para Malaikat di Pintu Ka’bah

Saat Jalani Thowaf, Mbah Maimoen Saksikan Para Malaikat di Pintu Ka’bah

Saat aku berziarah, mereka menyiramkan air ke pusara Mbah Moen. Para penjaga maqam Ma’la tahu semua kalau Mbah Moen itu salah seorang ulama besar dari Indonesia dan sebelumnya tidak ada gubug atau rumah kecil yang didirikan di tengah makam. Namun setelah wafatnya Mbah Moen gubug-gubug itu mereka dirikan untuk menjaga makam beliau.

Mbah Moen adalah sosok yang benar-benar mencintai dzurriyyah Nabi atau habaaib. Sebelum beliau meninggal dunia, beliau telah menulis nama-nama habaib di sebuah amplop dengan isi amplop yang berbeda-beda, ada yang amplopnya berisi uang nyampai Rp. 30.000.000 dan itu diberikan kepada Habib yang telah tertulis di amplop tersebut. SubhanAlloh.

Banyak dari kita yang ibarat anak ayam kehilangan induknya merasa rindu dan gundah gulana. Alhamdulillah kerinduan tersebut telah terobati karena dapat berziarah dan mencium batu nisan murobbi ruhina Almaghfurlah Simbah KH. Maimoen Zubair.

Ya Alloh dengan keagungan kekasihmu Rosululloh Muhammad SAW, Sayyidah Khotijah Rodliallohu ‘anha dan Simbah KH. Maimoen Zubair, jadikanlah kami termasuk min aulia ikal ‘arifiin, termasuk golongannya orang-orang yang sholih dan termasuk dalam golongannya orang yang Istiqomah. Aamiin..

Banyak dalam kitab di terangkan bahwa para kekasih Allah sebelum wafat beliau mukasyafah dibuka hijabnya oleh Alloh SWT., sehingga beliau dapat melihat para malaikat yang mendatanginya seperti Almaghfurlah Simbah KH. Maimoen Zubair saat beliau thowaf beliau melihat para malaikat yang sedang berada di pintu Ka’bah dan tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa hijab beliau benar-benar telah di bukak oleh Alloh SWT. Namun bukan maqom alfaqir untuk menyampaikannya.

Al-Hafidz Ibnu Katsir menerangkan bahwa menjelang kematian, terkadang orang sholeh atau kekasih Alloh melihat malaikat.

Kemudian, disebutkan dalam riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

إِن الْمؤمن إِذا حضره الْموت شهدته المَلائكَة فسلّموا عليه وبشَّروه بالْجنَّة

Sesungguhnya ketika hamba mukmin pada waktu menjelang kematiannya, akan disaksikan malaikat, dan mereka akan memberi salam kepada hamba yang mukmin, dan memberikan kabar gembira dengan surga. (Tafsir at-Thabari, 13/664).

Malaikat memberi salam kepada hamba mukmin menjelang kematiannya.

Apakah hamba mukmin ini akan menjawabnya?

Ibnul Qoyim menyebutkan dalam kitabnya ar-Ruh,

وقد سُمع بعض المحتضرين يقول : أهلا وسهلا ومرحبا بهذه الوجوه .

وأخبرني شيخنا عن بعض المحتضرين ، فلا أدرى أشاهده أم أخبر عنه ؟ أنه سُمع وهو يقول : عليك السلام ها هنا فاجلس ، وعليك السلام ها هنا فاجلس ….

Dan terkadang bisa didengar kalimat yang diucapkan oleh orang yang hendak meninggal dunia, ‘Selamat datang (ahlan wa sahlan wa marhaban) wajah-wajah baru…’

Guru kami menceritakan kepadaku mengenai peristiwa yang terjadi pada sebagian orang menjelang kematiannya, bahwa didengarkan suara orang yang hendak meninggal ini mengatakan, “’Alaikas salam, silahkan duduk di sini… wa ’alaikas salam, silahkan duduk di sini…” (ar-Ruh, hlm. 64).

Penulis: KH Busyro El-Kareem, santri Mbah Maimoen via bangkitmedia.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar