PBNU Minta Pemerintah Selesaikan Perselisihan di Wamena dengan Bijak

PBNU Minta Pemerintah Selesaikan Perselisihan di Wamena dengan Bijak

Ketua Umum Pengurus Besar  Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj berharap Pemerintah melalui Kepolisian dapat menyelesaikan perselisihan di Wamena, Papua dengan bijak. Cara penyelesaian yang bijak diantaranya dilakukan pendekatan dengan hati tanpa dilakukan perlawanan dengan fisik.

"Saya harapkan kepada aparat menyelsaikan dengan bijak, arip," kata Kiai Said sesuai menghadiri Peletakan Batu Pertama Pusdiklat LP Maarif NU di Grogol, Jawa Barat, Kamis (3/10) sore.

Menurut Kiai Said, jika penyelesaian dilakukan dengan cara kekerasan dimungkinkan membuka celah pihak luar untuk mendorong warga Papua melawan aparat. Sehingga yang terjadi semakin memperluas kerusuhan.

"Kalau dikerasin semakin mendapat dukungan dari luar negeri, sangat berbahaya, mari dekati hatinya, budayanya," ujarnya.

Seperti diketahui, kerusuhan telah terjadi di Wamena, Papua sejak Senin (23/9/2019) lalu. Sejumlah bangunan seperti rumah dinas, ruko, dan kantor bupati dibakar massa.

Kondisi terkini, aktivitas warga di Wamena, Papua, berangsur normal, namun aparat gabungan TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah titik. Selain itu, hingga saat ini masih ada pengungsi yang bertahan di sejumlah tempat termasuk di Polres Jayawijaya.

Berbagai harapan disampaikan para tokoh agama salah satunya oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. Sebagai anak bangsa, kerusuhan di Papua menjadi masalah yang tidak boleh dianggap sepele sebab dikhawatirkan akan memperluas masalah kemanusiaan di Indonesia.[NU Online]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar