[Ngaji Gus Baha] Nasehat Teruntuk yang mengharap Jabatan

[Ngaji Gus Baha] Nasehat Teruntuk yang mengharap Jabatan

Muslimoderat.net -- Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha menyampaikan tentang kepemimpinan dan jatah jabatan. Ahli tafsir yang punya nama asli KH Bahauddin Nur Salim itu, menceritakan kisah bagaimana nasib kaum Anshor setelah wafatnya Kanjeng Nabi Muhammad saw.

“Orang Anshor pun juga tidak mendapat jabatan, yang dapat jabatan orang Muhajirin. Abu Bakar (ketua), Umar (wakil ketua), orang Anshor tidak dapat jatah sama sekali. Padahal, Nabi punya hutang jasa kepada kaum Anshor,” jelas Gus Baha.

Ketika ada yang usul, ‘Ayo minta jatah jabatan’! Apa jawaban yang tua-tua? “Jangan, kamu beramal jangan karena jabatan. Beramalah kalian karena Allah swt,” demikian jawab yang tua-tua.

Ngaji Gus Baha kali ini tanpa canda dan tawa. “Kamu bisa seperti orang Anshor? Tidak bisa,” jawabnya.

Gus Baha lalu menjelaskan, tidak ada orang alim kecuali ada darah orang Anshor. Zakaria Al-Anshori itu warga Mesir tetapi keturunan Anshor. Imam Al-Qurthubi (Cordova) pun berdarah Ansor.

“Karena ketika orang Anshor tersingkir dari sekian jabatan, (ingatlah) semasa nabi masih hidup. (Nabi) sudah berpesan: Ya Allah, rahmatilah Orang Anshor, anak-anak mereka dan anak-anak cucu mereka. Makanya, orang-orang top, pasti ada darah Anshor, karena keikhlasan leluhurnya,” jelas Gus Baha serius.

Nah, tambah Gus Baha, “Sekarang tidak. Makin berjasa makin merasa berhak mendapat imbalan. Berarti Anda berotak kapitalistik. Ngajinya sih bab ikhlas, kelakuannya tidak ikhlas blas (sama sekali),” demikian Gus Baha dengan nada mengingatkan.[ala_nu]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar