[Ngaji Fathul Mu'in] 6 Sifat Wanita yang Direkomendasikan Untuk Diperisteri

[Ngaji Fathul Mu'in] 6 Sifat Wanita yang Direkomendasikan Untuk Diperisteri

Muslimoderat.net -- DAWUH SYAIKHONA KH.MAIMOEN ZUBAIR (MBAH MOEN)

"Kalo mencari Istri itu yang tidak terlalu paham urusan duniawi, karena keshalehan anakmu akan ditentukan sejauhmana keshalehan ibunya"

Di dalam kitab Fathul Mu'in Lil Malibariy dijelaskan tentang kriteria-kriteria wanita yang sebaiknya dijadikan sebagai pasangan hidup :

1.) Dayyinah.

Yaitu seorang perempuan yang memiliki sifat adil, lebih ringkasnya ia seorang yang agamis dan bertaqwa, wanita seperti ini lebih didahulukan untuk dinikahi daripada wanita yang fasiq meskipun kefasikannya disebabkan selain perbuatan zina. Hal ini sesuai dengan anjuran hadis bukhori muslim. Rosulullah SAW bersabda :

"تنكح المرأة لأربع : لمالها وجمالها ولحسبها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك"

'' Seorang wanita dinikahi karena empat hal, yaitu hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang baik agamanya, niscaya kau akan beruntung"

2.) Nasibah.

Yaitu wanita yang jelas dari segi nasabnya juga dari keturunan orang-orang baik seperti Ulama' dan orang saleh (ning/putri kiyai). Wanita yang demikian lebih utama dari yang lain, berdasarkan hadis Nabi SAW :

"تخيروا لنطفكم ولا تضعوها في غير الأكفاء"

"Pilih lah wanita yang baik untuk sperma (calon anak) kalian dan jangan letakkan ia dirahim wanita yang tidak kufuw (sama baiknya) dengan kalian". Dan makruh hukumnya menikahi anak zina atau anak orang fasiq

3.) Jamilah.

Yaitu wanita yang cantik parasnya, karena ada hadis Nabi mengatakan :

"خير النساء من تسر إذا نظرت وتطيع إذا أمرت ولا تخالف في نفسها ومالها"

"Sebaik-baik wanita adalah ia yang menyenangkan hati ketika dipandang, menurut ketika diperintah, dan tidak menyalahi dirinya dan hartanya"

4.) Qorobah Ba'idah.

Yaitu wanita yang masih memiliki hubungan sanak jauh, ia lebih diutamakan daripada wanita lain yg tak memiliki hubungan kerabat sama sekali atau memiliki hubungan kerabat dekat, karna pada umumnya laki-laki akan lemah syahwatnya jika menikah dengan kerabat dekatnya sendiri, sehingga akan menghasilkan anak yang kurang sehat (kurus). Yang dimaksud kerabat dekat adalah sepupu dari jalur ayah maupun ibu. Dan wanita lain (ajnabiyah) lebih didahulukan daripada sepupu wanita. Adapun pernikahan Nabi SAW dengan Sayyidah Zainab RA yang notabene adalah sepupu Nabi merupakan bagian dari Syari'at yang dibawa oleh beliau dalam artian untuk menjelaskan kepada Ummat bahwa hal demikian hukumnya diperbolehkan. Sedangkan pernikahan Sayyidina Ali dan Sayyidah Fathimah tidak bisa mengisykali (menentang) pendapat ini, karena Sayyidah Fathimah merupakan kerabat jauh Sayyidina Ali, lebih tepatnya beliau adalah putri dari sepupunya Sayyidina Ali bukan putri pamannya.

5.) Bikr.

Yaitu wanita yang masih perawan lebih didahulukan daripada wanita yang sudah janda, karena wanita perawan lah yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW untuk dinikahi. Kecuali jika ditemukan udzur seperti lemah syahwat hingga tak mampu membedah keperawanan.

6.) Walud.

Yaitu wanita yang subur, ia lebih utama untuk dinikahi karena ada anjuran syariat. Wanita seperti ini jika ia masih perawan maka bisa dilihat dari saudari-saudarinya. Sebaiknya juga memerhatikan sifat-sifat yang lain, seperti sempurna akal pikirannya, berakhlak baik, tidak memiliki anak dari suami pertama kecuali jika ada maslahat, tidak berkulit seperti bule dan tidak berbadan kurus serta tinggi.

Note : Dari sekian kriteria-kriteria diatas yang pertama didahulukan adalah agamanya, meskipun ia kurang cantik atau janda, maka ia tetap diutamakan karena ke agamisan nya.

Wallahu'alam bis showab

📚 : 'Ianatut Tholibin Ala Hilli Alfafdzi Fathil Mu'in. Hal. 498

SERAMBI SARANG

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar