Hari Santri, Hakim dan Karyawan Pengadilan di Banyumas Ini Pakai Sarung

Hari Santri, Hakim dan Karyawan Pengadilan di Banyumas Ini Pakai Sarung

Muslimoderat.net -- Beberapa orang memakai sarung dan baju koko hilir mudik di lorong ruangan. Sebagian di antara mereka yang memakai kopiah hitam tetap sigap melayani masyarakat. Namun jangan kaget, pemandangan itu bukan di Pondok Pesantren atau di instansi pemerintah. Tapi di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah.

Pemandangan di atas terjadi sepanjang hari pada Selasa (22/10) kemarin. "Benar, kami memakai sarung dalam rangka Hari Santri," kata Ketua PN Banyumas, Abdullah Mahrus saat dihubungi detikcom, Rabu (23/10/2019).

Penyeragaman sarungan di Hari Santri di atas termasuk kilat. Setelah terbit Surat dari Bupati Banyumas, Senin (21/10) dan diterima PN Banyumas pada sore hari, langsung ditindaklanjuti PN Banyumas. Pesan berantai langsung disebar dari pimpinan ke karyawan agar memakai sarung di Hari Santri ke V.

"Hal di atas menindaklanjuti Surat Edarann Bupati Banyumas agar karyawan pria memakai baju koko, sarung dan berkopiah dan wanita baju muslimah. Bagi yang nonmuslim tidak berlaku," ujar Mahrus.

Tujuannya agar isu perdamaian diangkat berdasarkan fakta sejara. Yaitu Pesantren adalah laboratorium perdamaian yang merupakan tempat penyemai ajaran Islam rohmatan lil alamin, Islam ramah dan moderat. "Sesuai dengan tema Santri Indonesia untuk Perdamaian," kata Mahrus menegaskan.

Suasana yang berbeda di atas disambut hangat karyawan dan para hakim. Menurut Wakil Ketua PN Banyumas, sarung dan baju koko juga mendekatkan institusi pengadilan kepada hakikat yudikatif yaitu sebagai 'wakil Tuhan'.

"Momen-momen ini semoga selalu terjaga," ujar Enan yang sebentar lagi dilantik menjadi Ketua PN Muara Bulian, Jambi.[sumber: detik.com]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar