Uninus Bandung Bakal Dikembangkan Jadi Universitas NU Terbaik

Uninus Bandung Bakal Dikembangkan Jadi Universitas NU Terbaik

Komitmen membangun Jawa Barat sebagai bumi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dilakukan Gubernur Ridwan Kamil melalui sejumlah program. Penguatan basis keilmuan Aswaja di antaranya akan diwujudkan melalui perguruan tinggi.

Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat bakal bekerja sama untuk mengembangkan Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung.

“Bersama PWNU Jawa Barat, kami mengambil manajemen Uninus Bandung dan akan kami jadikan Uninus ini sebagai wajah Universitas NU terbaik di Indonesia,” ujar Ridwan Kamil, Jumat (20/9) saat memberikan sambutan pada Rapat Pleno PBNU di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2 Purwakarta.

“Saya yakin di kepemimpinan bapak KH Ma’ruf Amin, Indonesia akan maju terlebih NU-nya sedang kompak-kompaknya. Karena saking kompaknya, saya punya pantun, buah duku buah jambu, bersama NU Indonesia maju,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil ini di awal sambutannya.

Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meminta saran-saran kiai. Karena syarat selamat dunia akhirat, menurutnya, ialah selalu menggunakan ilmunya para ulama, seadil-adilnya pemimpin, dermawannya orang kaya, dan diijabahnya doa para dhuafa.

“Salah satu yang kami perhatikan ialah arahan Kiai Ma’ruf terkait ekonomi umat. Di Jawa Barat sudah ada 1000 pesantren yang kami beri modal berwirausaha, dengan konsep satu pesantren satu produk,” terang mantan Wali Kota Bandung ini.

Pada porgram lain, sudah ada 20.000 jamaah yang diberi kredit tanpa bunga tanpa agunan namun berbasis masjid. Namaya kredit mesra (masyarakat ekonomi sejahtera).

“Jadi cukup ke masjid menjadi jamaah masjid, untuk sejuta ngaji satu juz, untuk 5 juta ngaji 5 juz, untuk 30 juta harus khatam dulu satu Al-Qur’an,” tutur Kang Emil.

“Dalam konteks ekonomi ini saking istimewanya kami punya pantun lagi, Hari Jumat pergi berkemah, berbekal indomie dan buah pepaya, Jawa Barat etalase Ahlussunnah wal Jamaah, siap untuk arus baru ekonomi Indonesia,” ungkapnya.

Ada sekitar 54 perguruan tinggi NU di Indonesia. Tidak hanya pemikiran Islam, NU juga konsisten menggali sains dan teknologi sebagai bagian dari disiplin ilmu yang harus dikuasai anak bangsa.

Pembukaan Rapat Pleno PBNU 2019 ini dihadiri Wakil Presiden Indonesia terpilih KH Ma’ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Rapat Pleno PBNU ini berisi laporan kinerja dari lembaga dan badan otonom PBNU yang kemudian ditanggapi oleh PBNU. Setelah itu, dilanjut dengan sidang-sidang komisi yang terbagi atas komisi program, organisasi, dan rekomendasi.

Forum ini diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dalam satu tahun ke depan sehingga Muktamar NU 2020 dapat terselenggara dengan baik. Sebab, program-program satu tahun mendatang fokus pada setiap provinsi.[NU Online]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar