Riau dan Kaltim Mulai Turun Hujan

Riau dan Kaltim Mulai Turun Hujan

Upaya modifikasi cuaca lewat penebaran garam untuk memicu hujan buatan di wilayah pusat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuai hasil. Hujan disebut terjadi di Riau dan sebagian Kalimantan.

"Kemarin siang (21/9) dilaporkan hujan turun di Palangkaraya serta sebagian Kaltim dan Kalsel. Hujan buatan juga terus dilakukan di Riau, mengingat di provinsi ini mengalami dampak asap karhutla dari provinsi tetangga (Jambi dan Sumsel)," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/9) dikutip dari Antara.

Siti pun menegaskan bahwa dirinya terus berkomunikasi dengan Pangdam dalam penanganan karhutla dan asap di Jambi dan Sumsel.

"Meski hari ini titik panas relatif menurun, namun penanganan dampak asap sangat penting untuk terus menerus dilakukan dengan cara hujan buatan atau teknik modifikasi cuaca," ujar dia.

Berdasarkan data dari Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, upaya hujan buatan itu sudah membuat turun hujan di Riau dan Kalimantan pada Minggu (22/9).

Pertama, di Riau, hujan dengan intensitas deras terjadi di wilayah Koramil 06/Sungai Apbit, khususnya di Kelurahan Sungai Apit, Kecamatan Sungai Apit, Kab. Siak pada pukul 15.28 WIB.

Selain itu, hujan dengan intensitas sedang turun di wilayah Koramil 07/Bukit Batu, khususnya di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Siak Kecil, Kab. Bengkalis, pada pukul 15.20 - 15.35 WIB.

Sebelumnya, di daerah Siak, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Rokan, Satgas Karhutla sendiri sudah menebar garam NaCl sebanyak 2.400 kg.

Kedua, di Kalimantan Barat. Hujan ringan terjadi di Semelagi, Sukadana, Hulu Burung, Sintang, Selakau (Sambas), dan Singkawang.

Satgas sudah menebar masing-masing 800 Kg bahan semai dengan menggunakan pesawat Cassa di Pontianak, Landak, serta Kuburaya, Kayong utara, Ketapang.

Sementara, upaya hujan buatan di Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan belum menuai hasil.

Selain modifikasi cuaca, Siti mengatakan pihaknya berupaya dengan bom air (water boombing) di area yang masih belum tersentuh hujan.

Berdasarkan data planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah areal terbakar di Sumatera mencapai 84.832 hektare (44,78 persen), Kalimantan 98.316 ha (51,9 persen), dan Papua/Papua Barat seluas 6.296 ha (3,32 persen). Totalnya mencapai 189.444. [source: cnnindonesia.com]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar