Mimpi Bertemu Habib Umar, Santri Nakal Itu Hilang Keinginan Maksiatnya

Mimpi Bertemu Habib Umar, Santri Nakal Itu Hilang Keinginan Maksiatnya

Keajaiban bermimpi Habib Umar

Dari sekian banyak karomah dan tanda kewalian Siidil Habib Umar, salah satu yang paling tampak adalah banyaknya orang-orang yang ditemui atau didakwahi beliau di alam mimpi. Sampai sekarang saya masih sering dicurhati atau ditanyai mereka yang mengaku didatangi beliau dalam mimpi mereka. Bahkan ketika kemarin saya mengadakan survei di Instagram, ada sekitar 600 lebih sahabat yang menyatakan pernah melihat beliau dalam mimpinya.

Saya sendiri pernah bermimpi beliau bahkan dulu sebelum saya bertemu beliau untuk pertama kalinya.

Ketika itu.. Tahun 2012 Di Kraksan, Probolinggo, setelah membaca salah satu kitab beliau berjudul “Mamlakatul Qolbi wal A’dho’ “saya tertidur. Dalam mimpi beliau duduk dihadapan saya.. Kala itu beliau berkata :

” Ya Ismail Iqro’.. Ismail bacalah.. ”

Alhamdulillah setelah itu saya bisa sampai ke Tarim, mengaji kepada beliau dan berkali-kali membaca kitab di hadapan beliau.

Mengenai keistimewaan beliau yang satu ini, saya ingat, dulu ketika mengadakan perkumpulan bersama para pelajar Darul Musthofa. Habib Mundzir pernah bercerita:

“Dulu di zaman kami, ada salah satu murid Habib Umar melakukan pelanggaran berat. Habib Umar marah besar, saya tidak pernah melihat beliau marah seperti waktu itu (memang jarang sekali beliau marah, bahkan hampir tidak pernah), akhirnya anak itu dipulangkan. Sepulangnya ia ke Indonesia perbuatannya semakin hari semakin parah. Setiap malam ia pergi ke diskotik dan minum minuman keras. Akhirnya dia dikenal diantara kami sebagai murid yang mendapat “murka” Habib Umar.

Ketika saya pulang ke Indonesia, saya mendengar bahwa anak itu meninggal dunia. Saya lantas datang ke rumahnya untuk bertakziah. Di sana saya bertemu dengan ayahnya. Sambil menangis sang ayah bercerita:

”Alhamdulillah, anak saya ini sudah bertobat sebelum ia wafat.. ”

“Seminggu sebelum wafatnya, ia bermimpi bertemu Habib Umar, padahal sebelumnya ia sama sekali tidak pernah bermimpi beliau. Beliau berkata pada anak saya :

” الآن وقتك”

“Sekarang sudah tiba waktumu.”

Keesokan harinya, ia mengaku bahwa semua keinginannya untuk bermaksiat telah hilang. Mulai saat itu yang ia kerjakan hanyalah pergi ke masjid, membaca al-Quran, dan berdoa sambil menangis dalam sholat tahajjudnya. sampai akhirnya ia wafat seminggu setelahnya.”

Banyak orang yang mengaku pernah berjumpa Habib Umar dalam mimpinya. Bukan hanya murid-murid beliau dan para muhibbin, tapi juga mereka yang tak mengenal siapa itu Habib Umar atau bahkan tak mengenal Islam sama sekali. Dulu ada orang Amerika datang ke Tarim dan masuk Islam karena sering melihat Habib Umar dalam mimpinya.

Begitu tulus dan ikhlasnya Habib Umar dalam berdakwah dan menebar kebaikan, sampai-sampai Allah tidak hanya menguatkan dakwah beliau di alam nyata, tapi Allah juga menyebarkan dakwah beliau dalam tidur lelap hamba-hamba-Nya.

Dengan niat tulus dan tekad agung untuk menebarkan ilmu dan kebaikan yang para awliya’ miliki, mereka tidak hanya bisa berdakwah dan menyebar cahaya kebaikan dengan jasad mereka di alam sadar saja.. Tapi demi tujuan itu, “Ruh-Ruh” mereka juga bisa terbang bebas dan berkunjung kemana-mana..

Solo, 27 September, 2019


Ismael Amin kholil(fb), cicit Syaikhona Kholol Bangkalan yang jadi santri Habib Umar.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar