Imam Besar Istiqlal: Jangan Menyalahkan Orang Lain

Imam Besar Istiqlal: Jangan Menyalahkan Orang Lain

Mayoritas masyarakat Indonesia meyakini bahwa agama adalah sumber kebajikan dan pedoman hidup bagi umat manusia. Islam sebagai agama terbesar yang dianut oleh masyarakat Indonesia hadir sebagai agama yang mengedepankan akhlakul karimah, kebajikan, dan keindahan. Karena itu, setiap umat Islam hendaknya menampilkan agama Islam sesuai makna kata Islam itu sendiri, yakni keselamatan bagi orang lain. Bila ada dakwah mengatasnamakan Islam, namun dalam waktu yang sama kerapkali menebarkan ketakutan, maka hal itu sesungguhnya bukanlah cara-cara dakwah sesuai ajaran Islam.

Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, Islam adalah yang menyuruh umatnya untuk senantiasa menebarkan kebajikan dan kearifan. Bila ada sekelompok mengatasnamakan Islam, namun menyalahkan keyakinan orang atau kelompok lain, maka kelompok tersebut tidaklah mendakwahkan ajaran Islam.

“Kalau masih ada di antara kita atau diri kita sendiri kerjanya marah, membenci, bahkan mem-bid’ah–kan apalagi mengkafir-kafirkan orang lain seolah-olah yang lain tidak Islam kecuali dirinya, itu tanda bahwa belum muncul tanda-tanda kearifan,” katanya dalam ceramahnya di akun @nasaruddin_umar (29/8).

Pria yang juga mengajar di UIN Jakarta ini, menambahkan bahwa setiap orang tidak berhak menjustifikasi orang atau kelompk lain, karena yang berhak memvonis apakah orang itu baik atau buruk, benar atau salah dan sebagainya, apalagi yang mejamin masuk syurga, hanya Allah Swt. Karena itu, ia meminta umat tidak mudah memberi label terhadap orang lain. “Kita hanya menghukum apa yang tampak, Allah-lah yang mengurus hatinya orang, isi hatinya itu apa, hanya Dia yang tahu,” pungkasnya.

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar