Hina Kiai Said Aqil Siraj di Medsos, Warga Sumenep Ini Ngaku Khilaf

Hina Kiai Said Aqil Siraj di Medsos, Warga Sumenep Ini Ngaku Khilaf

Amir Hopsi, lewat akun media sosial (medsos) Facebooknya Amir Rozi, beberapa waktu lalu sempat menggemparkan jagad maya lewat komentar tidak wajar, yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dugaan komentar penghinaan terhadap pucuk pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia ini, belakangan diketahui dilakukan oleh pria asal Dusun Polai, Desa Gilang, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Identitasnya diketahui, setelah pria kelahiran 16 November 1975 diundang PAC GP Ansor Bluto untuk dilakukan tabayun, bertempat di kantor MWC NU Bluto.

Sebelumnya, akun Amir Rozi alias Amir Hopsi berkomentar dalam sebuah status di Facebook dengan perkataan kotor kepada Kiai Said Aqil Siraj. Komentar itu pun, sontak menyulut amarah kaum Nahdlatul Ulama.

Usai mendapat kecaman di media sosial, Amir Rozi sempat melakukan klarifikasi melalui media sosialnya. Bahkan, Amir Rozi juga mengirimkan pesan melalui media sosialnya ke salah satu pengurus GP Ansor Bluto.

Namun, dari hasil rapat kepengurusan GP Ansor Bluto menyatakan, bahwa yang bersangkutan diharuskan meminta maaf secara langsung.

“Yang bersangkutan bekerja di Jakarta, tapi karena harus tabayun langsung, maka mau tidak mau ya harus pulang,” kata Mandataris Ketua GP Ansor Bluto, Suhaidi, Sabtu (28/9/2019).

Suhaidi mengaku, komentar yang ditulis oleh Amir Rozi ini, mengandung unsur pidana dan bisa dijerat dengan UU ITE.

Hanya saja, NU dalam hal ini masih mengingankan tradisi tabayun. Sehingga ia diberikan kesempatan untuk melakukan tabayun sampai hari Senin, 30 September 2019.


“Tapi Alhamdulillah, atas kesadaran dari pihak yang menyebar penghinaan, beliau bersedia untuk melakukan tabayun,” terangnya.

Untuk diketahui, Amir Hopsi melalui akun media sosialnya bernama Amir Rozi tertangkap layar saat mengomentari salah satu postingan di Facebook. Ia menulis komentar yang tak sepantasnya. Tangkapan layar yang diterima media ini, Amir Hopsi berkomentar “Yang kelakuanya kayak anj** ya si aqil sirot itu. (3 emoticon tertawa)”.

Akun Facebook Alif R, sempat meminta agar Amir Rozi berhati-hati dalam bermedia sosial.

Termasuk dalam memberikan komentar jangan sampai keterlaluan.

Namun, Amir Rozi tetap memaksa dan berkomentar lagi dengan komentar yang cukup tidak elok.

“Diantara manossa selebur agebei kontroversi iye siraj jia, deddina umat islam bennya’se pecah belah amarge colo’en siraj jia’. (Madura: Diantara manusia yang selalu membuat kontroversi ya siraj itu, jadinya umat islam banyak yang pecah belah karena mul*tnya siraj itu”.

Bertempat di Kantor MWC NU Bluto, Amir Hopsi kemudian melakukan tabayun dengan disaksikan oleh pengurus MWC NU Bluto, Banom NU, dan Kapolsek Bluto beserta jajarannya.

Dalam klarifikasinya, pemilik akun facebook Amir Rozi ini mengaku tidak sengaja telah melakukan penghinaan terhadap Ketum PBNU. Ia mengaku spontan melakukan komentar tersebut.

“Saya menyadari bahwa saya khilaf, dan saya sempat menghapus komentar saya itu, tapi karena sudah tersebar screenshot-nya, akhirnya tidak bisa,” terangnya.

Sebagai bentuk keseriusan mengakui tindakan bersalahnya, sebelumnya Amir Rozi sempat mengirimkan permohonan maaf melalui salah satu pengurus GP Ansor Bluto.

“Tapi karena hasil rapat GP Ansor saya harus tabayun, maka saya pulang dari tempat kerja saya di Jakarta. Alhamdulillah, saya benar-benar menyesali dan mohon maaf kepada seluruh warga nahdliyyin,” tandasnya.

Hasil kesepakatan PAC GP Ansor Bluto, Amir Rozi harus menandatangani surat pernyataan bermaterai bahwa tidak akan melakukan hal yang sama di kemudian hari.

Sumber : faktualnews

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar