Habib Umar: Dalam Sehari Alloh Memiliki 360 Pandangan yang Diturunkan

Habib Umar: Dalam Sehari Alloh Memiliki 360 Pandangan yang Diturunkan

Dalam sehari Alloh memiliki 360 pandangan yang diturunkan. Apabila salah satu dalam pandangan tersebut diperoleh seorang hamba, maka hamba tersebut akan memperoleh keberuntungan dan tidak akan pernah tergelincir selama-lamanya.

Ya Alloh puji syukur atas anugerah dan pemberianmu. Anugerahmu yang agung selalu tertuang untuk manusia, generasi demi generasi, tanpa terputus. Engkau telah khususkan kami dengan anugerah agung berupa Nabi Muhammad, Engkau khususkan kami dengan Al-Qur’an dengan Engkau khususkan kami dengan sunnah, Engkau khususkan kepada kami keluarga Rasululloh juga para sahabat, para wali penerus mereka yang mulia.

Kami bersyukur telah menjadikan kami umatnya Nabi Muhammad SAW. Yang menjadi umat berarti ia telah mendapat anugerah agung dari Alloh SWT. Ketika para nabi para rasul tertahan melewati sirath, karena menunggu Rasululloh SAW dan umatnya melewati siroth tersebut. Ya Alloh, tempuhkanlah kami bersama rombongan pertama tersebut bersama Rasululloh SAW diatas siroth.

Persiapkan jalanmu diatas siroth
Dengan engkau berjalan dalam metode dan kurikulum yang dibawa Rasululloh SAW. Syaikh Umar bin Abu Bakar Bin Salim berkata; perumpamaan siroth yang membentang antara surga dan neraka adalah siroth atau jalannya Nabi, para sahabat, dan para wali Alloh, jalannya para syuhada para salihin dengan engkau menempuh jalan mereka dengan benar, demikian pula engkau akan menempuh siroth di akhirat nanti dengan cepat dan mulus.

Lihat kembali niatmu dan tekadmu agar perjalananmu diatas siroth bisa mulus
Sebagian niat, membuat cepat melewati siroth. Sebagian niat tertambat di siroth. Disipinkan pandangan mata kita. Sebab kedisiplinan dalam pandangan mata adalah sebab paling kuat dalam penyeberangan di siroth dengan cepat. Seperti memandang wajah orang yang beriman dengan pandangan rahmah dan mawaddah. dan memandang kaum sholihin mereka dengan pandangan mengagungkan dan cinta.

Dan memandang orang yang sedang lupa, maksiat dan yang sedang tertimpa kekafiran dengan pandangan kelembutan dan kasih sayang. Memandang alam semesta yang mengingatkan pada alloh SWT sang pencipta alam semesta dengan penuh keajaiban. Memandang qur’an dan hadist, juga ucapan sholihin dan memandang syiar syiar Alloh dengan pandangan penuh pengagungan.

Pengagungan ini membantumu untuk dapat melewati siroth dengan cepat
Apabila engkau memandang orang yang agung yang mulia yang memiliki kewaliyan yang tinggi disisi Alloh dengan mengagungkan dan cinta maka tidak sulit bagi Alloh untuk mengumpulkan engkau bersama mereka di atas siroth. Inilah diantara kabar gembira yang diberikan Alloh kepada para wali agar umat bisa memandang wajah mereka.

Dan yang paling utama adalah memandang wajah Nabi SAW (melalui sholawat)
Kalau tadi adalah kemulian karena memandang wajah para kekasih Alloh, maka bila mereka memandangmu maka itu kemuliaan yang jauh lebih besar lagi. Para shalilihin dahulu menyebut ciri kecintaanmu kepada Alloh dan ciri kecintaan Alloh kepadamu. Mereka mengatakan: tanda kecintaanmu kepada Alloh adalah tanda kecintaanmu pada waliNya. Dan tanda kecintaan Alloh kepadamu adalah cinta wali Alloh kepadamu.

Ya Alloh anugerahkan kepada kami kesungguhan cinta. Dan ikutkan kami dibarisan orang yang engkau cintai. Yang dicintai Nabi Muhammad. Yang dicintai keluarga Nabi dan Sahabat Nabi. Dicintai shohibul haul syaikh Abu Bakar bin Salim, para leluhur dan keruaganya, juga orang sholeh.

Dalam kelembutan dan afiahmu Ya Alloh

Dalam kelembutan dan afiahmu Ya Alloh

Dalam kelembutan dan afiahmu Ya Alloh

Untuk anugerah-anugerah agung dan luas inilah diselenggarakan majelis ini
Bila jiwa dan nafsunya telah suci maka semangat dia telah mencapai sesuatu yang tinggi dan suci di sisi Alloh. Apabila penyucian nafsunya telah sempurna maka yang dia raih adalah pengenalan kepada Alloh SWT. Apabila nafsu telah mengenal Tuhannya, maka gerangan apa yang dia inginkan?

Apa yang ia inginkan untuk dirinya sendiri setelah ia mencapai pengenalan sejati kepada Alloh. Apakah ia akan menoleh dan melirik kesesuatu yang sepele? Harapan mereka jauh dari harapan yang disangka manusia. Anugerah yang agung ini lebih besar dr apa yang dibenak manusia, jin dan semua makhluk. Bacalah ayat Qur’an yang menyatakan akan hancur segala sesuatu dan akan tetap wajah Alloh yang agung.

Keridhoaan Alloh itulah yang terbesar.

Ya Alloh jadikan semua yang dekat kepada kami merasakan lezatnya ridho-Mu nanti di surga. Ya Alloh jadikanlah kami, keluarga kami, anak, tetangga, murid kita, semua merasakan lezatnya ridho-Mu. Ya Alloh ikatkanlah kami dengan Nabi Muhammad. Tempuhkanlah kami di jalan Nabi Muhammad. Perbagus akhlak kami dengan akhlak nabi Muhammad. Berikan kepada kami adabnya Nabi Muhammad.

Jadikan hati dan sanubari semua yang hadir terpadukan atasnya SAW. Semangat mereka terpadukan dan mendekat kepadanya. Jadikan kami orang yang merendah dan bersimpuh di hadapan-Mu. Hingga Engkau muliakan kami dengan kemuliaan-Mu yang teragung. Ya Alloh yang telah berfirman kemuliaan bagi Alloh, dan rasulNya diperuntuhkkan bagi orang orang yang beriman.

Pandanglah penduduk Indonesia dan orang orang yang beriman. Tolaklah segala kekacauan, fitnah, bala musibah dan keburukan dari mereka semuanya. Padamkanlah api kebakaran di kalimatan. Padamkanlah Ya Alloh 3x Hilangkanlah keburukannya. Jauhkan segala musibah dari muslimin. Angkatlah derajat ayah kami Habib Jindan bin Salim. Lipat gandakan keberkahan utk keluarga dan anak turun beliau. Jadikan majlis ini majlis yang mustajabah.

Muliakan kami dengan pandangan kasihMu. Hadirkan kami di hadirat-hadirat suci-Mu. Bersihkan hati kami dari segala noda. Jadikanlah saat ini saat yang paling berkah. Dan perkumpulan ini sebaik-baik perkumpulan. Perbaikilah keadaan muslimin muslimat. Dan yang teradzab di kuburnya angkat azab darinya tersebut Ya Alloh. Pindahkan mereka ke taman surga.

Tulisan ini adalah isi “Mauidhoh Hasanah Habib Umar Bin Hafidz di Majlis Alfachriyah 21 September 2019”. Diterjemah Habib Jindan bin Jindan (Pengasuh Majlis Alfachriyah).

Ditulis Moh Yasir Alimi (Wakil Ketua PWNU Jateng, Lajnah MATAN Jatman)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar