800 Pesantren Siapkan Diri Ikuti  Kompetisi Sepak Bola 2019

800 Pesantren Siapkan Diri Ikuti Kompetisi Sepak Bola 2019

Sekira 800 pondok pesantren di seluruh Indonesia tengah menyiapkan diri untuk mengikuti kompetisi sepak bola di Liga Santri Nusantara (LSN) musim 2019. Kompetisi tersebut akan berlangsung dari pertengahan September dan berakhir pada November.

Direktur Eksekutif Liga Santri Nusantara Alfu Ni’am mengatakan, ratusan pesantren tersebut terbagi di 28 region yang mewadahi 32 provinsi. Namun, tidak di setiap provinsi ada region karena terkait dengan jumlah pondok pesantren sehingga ada provinsi yang tergabung di region provinsi lainn. Di region masing-masing diadakan pertandingan antarpondok pesantren untuk memperebutkan tiket ke Seri Nasional LSN 2019.

“Tahun ini Seri Nasional akan berlangsung di Bogor, Jawa Barat,” kata Alfu Ni’am selepas Bimbingan Teknis Liga Santri Nusantara di Hotel Lumire, Jakarta, Rabu (11/9).

Sebetulnya, menurut Ni’am, jumlah region dan peserta tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 misalnya, ada seribu pesantren lebih yang menjadi peserta. Hal itu, menurut dia, karena mulai tahun ini, LSN diselenggarakan secara mandiri, tanpa bantuan anggaran dari pemerintah.

Sebelumnya, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghafar Rozin mengaku bersyukur, meski tanpa anggaran pemerintah, ternyata semangat pesantren di berbagai provinsi masih tetap besar. Terbukti, jika tahun sebelumnya terdapat 32 region, tahun ini masih bisa menyisakan 28 region. 

“Kami tidak menyangka bahwa ada 28 region yang siap berkompetisi, mulanya paling hanya sekitar 10, 12, 16, 18 sebanyak-banyaknya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengajak kepada seluruh koordinator region dan panitia penyelenggara LSN 2019 baik di tingkat daerah maupun pusat, agar bisa menggali dana untuk kelancaran Liga Santri Nusantara ini.

LSN merupakan sarana silaturrahmi dan komunikasi antarpesantren di tingkat daerah hingga tingkat nasional yang dimulai sejak 2015. Waktu itu penyelenggara tunggal adalah Kementerian Olah Raga RI. Tahun berikutnya, Kemenpora melibatkan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) dengan dibantu anggaran pemerintah. Tahun 2019 dilaksanakan RMINU secara mandiri.[NU Online]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar