41 Manaqib dan 41 Ingkung, Tirakat Gus Muwafiq untuk Haul Turgo

41 Manaqib dan 41 Ingkung, Tirakat Gus Muwafiq untuk Haul Turgo

Haul Syech Jumadil Kubro di Pegunungan Turgo, Senin 16 September 2019, penuh dengan misteri. Sebelum napak tilas dan haul Syech Jumadil Kubro Gus Muwafiq melakukan tirakat manaqib 41 malam dan ziarah seluruh makam Wali Songo. Pada acara puncaknya haul diadakan pengajian, pembacaan manaqib dan tahlil bersama warga Turgo, menu acaranya 41 ingkung ayam. Harapanya makam Syech Jumadil Kubro ini familier untuk di ziarahi. Dengan tirakat 41 manaqib dan 41 ingkung terpanjat munajat untuk amannya para peziarah di Turgo, serta populernya makam Syech Jumadil Kubro.

“Acara haul Turgo sekaligus napak tilas pengislaman di Nusantara khususnya di tanah Jawa. Mari kita lihat di Surabaya. Sunan Ampel sudah dirawat dengan baik, Sunan Bonang juga dirawat dengan baik, Sunan Gunung Jati juga dirawat dengan baik, Sunan Muria di puncak gunung juga dirawat dengan baik. Semua dirawat dengan baik. Lha di sini ini kan malah simbahnya, saya punya tanggungjawab untuk ikut serta merawatnya,” tegas Gus Muwafiq.

Apa yang dilakukan Gus Muwafiq ini sebagai upaya mengingat perjuangan para wali. Menurut penuturan salah satu peziarah bahwa Gus Dur muda sering ke makam  Syech Jumadil Kubro yang di Turgo. Kala itu sewaktu masih mondok di Pondok Pesantren API Tegalrejo Gus Dur tiap malam Jum’at naik ke Turgo dan pulang subuh. Rutinitas ziarah Gus Dur ini dilakukan rutin dan beliau sendirian.

Pegunungan Turgo secara medan lokasinya saat ini masih alami, jalannya setapak dan berlereng-lereng. Waktu untuk naik ke Turgo kurang lebih butuh 1 jam. Kalau tidak memiliki fisik yang kuat dan keberanian bisa saja tak sampai ke puncak. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana beraninya Gus Dur yang sendirian semalaman disana. Dari napak tilas ini saya berhusnudzon bahwa makam Syech Jumadil Kubro memang yang di Turgo. Husnudzon saya ini dikuatkan dengan fakta-fakta sejarah yang dikuatkan para tokoh sekelas wali.

Ada fakta menarik datang dari Eman Hermawan PKB terkait makam Syech Jumadil Kubro. Eman Hermawan bercerita bahwa ketika tahun 1992-1993, beliau naik ke pegunungan Turgo. Eman ini naik ditemani Zastrow Ngatawi dan Jazuli Matalik (sekarang menantu Mbah Liem Klaten). Eman menuturkan kala itu dia mendapatkan tugas dari Gus Dur untuk mengantarkan baju dan makanan untuk adik bungsunya (Gus Im) yang sedang tirakat di Goa Jepang tepat di bawah makam Syech Jumadil Kubro.

Gus Dur, Gus Im dan Gus Muwafiq sangat mungkin berkontak batin dengan pejuang pengislaman Nusantara ini. Dengan tirakat 41 manaqib, 41 ingkung dan ziarah seluruh makam Wali Songo Gus Muwafiq mengusulkan pembangunan akses ke makam Syech Jumadil Kubro kepada Pemprov D.I Yogyakarta. Pembangunan akses ke puncak Turgo disetujui dan akan dibangun tahun 2020, dengan adanya pembangunan ini makam Syech Jumadil Kubro akan ramai peziarah. Menginggat Syech Jumadil Kubro itu Mbahnya para wali yang layak diziarahi. (hadi/bangkitmedia.com)

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar