Tak Sepakat ‘NKRI Bersyariah’, Mahfud MD: Tanpa Disebut pun Indonesia Sudah Bersyariah

Tak Sepakat ‘NKRI Bersyariah’, Mahfud MD: Tanpa Disebut pun Indonesia Sudah Bersyariah

Ide NKRI Bersyariah yang direkomendasikan Ijtima Ulama 4 Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendapat penolakan dari berbagai tokoh, salah satunya dari ketua Suluh Kebangsaan (GSK) Mahfud Md.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, ide NKRI Bersyariah terlalu berlebihan. Sebab, tanpa dikatakan pun, Indonesia sudah bersyariah.

"Kalau ada ide Indonesia bersyariah itu berlebihan. Karena Indonesia ini tanpa dikatakan pun sudah bersyariah," kata Mahfud, Jumat (16/8/2019) seperti dilansir okezone.com.

Indonesia disebut sudah menjalankan syariah tanpa harus menggunakan embel-embel NKRI bersyariah. Misalnya saja masyarakat Indonesia mengikuti ajaran Islam yang tulus, bersahabat dengan semua, menjunjung tinggi HAM, menegakkan hukum, dan memilih pemimpin yang adil lewat mekanisme demokratis.

"Itu bersyariah. Tidak usah (lagi-red) disebut (NKRI-red) bersyariah," tutur Mahfud.

Mahfud mengibaratkan ide NKRI bersyariah dengan pemasangan plang menjual ikan di pasar ikan.

Menurutnya, ide tersebut tidak akan efektif dan tidak perlu digelorakan.

"Karena kalau Anda menyebut Indonesia bersyariah itu sama dengan memasang plang 'kami menjual ikan' padahal sudah di dalam pasar ikan. Jadi yang dijual ikan, enggak usah ditulis lagi bahwa Anda penjual ikan. Itu berlebihan," ujarnya.

"Bagi orang tertentu itu menimbulkan emosi, emosi yang salah. dari sudut konsep itu berlebihan," kata Mahfud. [Tribunsantri/FA]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids