Syeikh Sufyan ats-Tsauri: Jangan Ceramah dengan Cara Mencela

Syeikh Sufyan ats-Tsauri: Jangan Ceramah dengan Cara Mencela

TIPS MENJADI PEMBICARA YANG BAIK

ﻭﻗﺎﻝ ﺳﻔﻴﺎﻥ : ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻤﻦ ﻭﻋﻆ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻌﻨﻒ، ﻭﻟﻤﻦ ﻭﻋﻆ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺄﻧﻒ، ﻭﻳﺬﻛﺮ ﻣﻦ ﻳﻌﻈﻪ ﻭﻳﺨﻮﻓﻪ ﻣﺎ ﻳﻨﺎﺳﺐ اﻟﺤﺎﻝ ﻭﻣﺎ ﻳﺤﺼﻞ ﺑﻪ اﻟﻤﻘﺼﻮﺩ، ﻭﻻ ﻳﻄﻴﻞ، ﻭﻟﻜﻞ ﻣﻘﺎﻡ ﻣﻘﺎﻝ، ﻭﻟﻜﻞ ﻓﻦ ﺭﺟﺎﻝ. اهـ الأداب الشرعية والمنح المرعية
Syeikh sufyan ats-Tsauri berkata : seyogyanya bagi seorang penceramah tidak ceramah dengan cara mencela, mengingatkan sesuai situasi dan kondisi sekira tujuannya tercapai (ceramahnya diterima), tidak memperpanjang pembicaraan karena setiap tempat memiliki ungkapannya masing-masing.

ﻓﻌﻠﻰ اﻟﻮﻋﺎﻅ ﻭاﻟﻤﻔﺘﻴﻦ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺃﺣﻮاﻝ اﻟﻨﺎﺱ ﻭﻋﺎﺩﺗﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﻘﺒﻮﻝ ﻭاﻟﺮﺩ ﻭاﻟﺴﻌﻲ ﻭاﻟﻜﺴﻞ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ) ﻛﻤﺎ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻜﻞ ﻣﻘﺎﻡ ﻣﻘﺎﻝ ﻭﻟﻜﻞ ﻣﻴﺪاﻥ ﺭﺟﺎﻝ ﻭﻛﻤﺎ ﻗﻴﻞ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻋﺮﻑ ﺯﻣﺎﻧﻪ ﻓﻬﻮ ﺟﺎﻫﻞ ﻓﺈﻥ اﻷﺣﻜﺎﻡ ﻗﺪ ﺗﺘﻐﻴﺮ ﺑﺘﻐﻴﺮ اﻷﺯﻣﺎﻥ ﻭاﻷﺷﺨﺎﺹ ﻛﻤﺎ ﻓﻬﻢ ﻣﻦ اﻟﺰﻳﻠﻌﻲ (ﻓﻴﺘﻜﻠﻤﻮﻥ ﺑﺎﻷﺻﻠﺢ ﻭاﻷﻭﻓﻖ ﻟﻬﻢ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻛﻼﻣﻬﻢ ﻓﺘﻨﺔ ﻟﻠﻨﺎﺱ) ﺇﻣﺎ ﺑﻌﺪﻡ اﻟﻔﻬﻢ ﺃﻭ ﺑﻌﺪﻡ اﻟﻘﺒﻮﻝ ﺃﻭ ﺑﺘﺮﻙ اﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﻜﻠﻴﺔ. اهـ البريقة المحمودية.
Seorang pembicara harus mengerti betul keadaan masyarakat, prihal apasaja yang mereka terima atau mereka tolak, apa saja yang mereka berkenan dan atau enggan melakukannya, karena masing-masing tempat memiliki ungkapan sendiri-sendiri.

Orang yang tidak menyadari situasi dan kondisi masyarakat dan dimana dia berada sesungguhnya dia adalah bodoh.

Oleh karenanya para penceramah harus berbicara yang paling maslahah, dan paling sesuai dengan kondisi masyarakat, agar apa yang disampaikan tidak justru menjadi fitnah di tengah-tengah masyarakat, baik karena mereka tidak faham dengan apa yang disampaikan, atau mereka tidak menerimanya atau bahkan mereke meninggalkannya secara total.

Disadur dari Kyai Ali Romzi

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids