Khilafah Ala Haikal Hassan yang Bisa Bikin Terpingkal

Khilafah Ala Haikal Hassan yang Bisa Bikin Terpingkal

Menonton Video penjelasan Haikal Hassan (HaHa) mengenai salah satu contoh bentuk Khilafah adalah Uni Eropa, membuat saya ingin tertawa terhaikal.. eh! terpingkal-pingkal. Apalagi dengan percaya diri, ia juga menyindir Prof Mahfud MD yang dianggap tidak paham tentang Khilafah, tentu semakin menggelikan. Ibaratnya, ada Mahasiswa yang masih ospek tapi mengolok-ngolok Rektor Kampus yang dianggap tidak mengerti tentang Kemahasiswaan.

Kalau mengambil contoh Uni Eropa sebagai Khilafah, secara “apple to apple” justru Indonesia sudah menerapkan “Khilafah” melalui ASEAN. Bahkan lebih dulu terbentuk seperempat abad sebelum Uni Eropa. Tapi kenapa kok masih ngotot ingin mendirikan Khilafah di Indonesia hah?! Apalagi sudah ada “Khilafah” besar yang bernama PBB. Jauh lebih besar daripada Uni Eropa.

Kemudian kalau organisasi berbagai negara yang menjadi tolok ukur sebuah Khilafah, bukankah juga OKI lebih “Khilafah” daripada Uni Eropa akhi? Apalagi OKI berdasarkan pada kepentingan yang sama, yaitu Kepentingan Umat Islam. Dimana para anggotanya merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar.

Oke, saya akan bercerita sedikit tentang sejarah kelam upaya pendirian Khilafah di era modern. Bahkan hal itu terjadi di “pusat” Islam, tepatnya di Masjidil Haram. Banyak yang tidak mengetahui kejadian ini karena dianggap sebuah “aib” bagi Umat Islam dan “tuan rumah” Kota Mekkah yaitu Kerajaan Saudi.

1 Muharram 1400 H atau Selasa, 20 November 1979, merupakan hari yang melambangkan sebuah abad dan era baru. Yaitu tepat Tahun 1400 dalam kalender Islam. Saat Sholat Subuh berjamaah di Masjidil Haram hampir selesai, tiba-tiba saja sekitar 200 orang kelompok Militan Salafis bersenjata otomatis dibalik jubahnya mengambil alih posisi Imam Sholat. Tak hanya itu, melalui mikrofon masjid, mereka mengumumkan berdirinya Khilafah dan bahkan mengenalkan sosok Imam Mahdi yang akan membawa keadilan dan kebenaran di muka bumi. Seorang pria muncul ke depan, Mohammed Abdullah al-Qahtani yang menyatakan dirinya sebagai Mahdi Sang Penyelamat. Pekik Takbir juga menggema di antara para Jamaah yang berasal dari berbagai penjuru dunia yang kebetulan belum sebulan baru selesai menunaikan Haji.

Saat itu Pemerintah Arab Saudi sampai harus mengerahkan ribuan tentara dan pasukan khusus serta kendaraan lapis baja dan pesawat tempur untuk mengambil alih masjid. Melalui persetujuan para pemuka agama, pihak Kerajaan akhirnya all out menggunakan kekerasan atau kekuatan bersenjata di dalam masjid. Sebagian masjid rusak dan jumlah korban mencapai ratusan jiwa. Bahkan pihak Kerajaan juga meminta bantuan dari pasukan komando Perancis, yang dikirim ke Arab Saudi melalui misi rahasia.

Dan akhirnya upaya pendirian Khilafah itu gagal. Bahkan “Imam Mahdi” juga terbunuh. Terdapat beberapa cerita di luar nalar yang beredar. Meski beberapa bangunan masjid rusak, namun Ka’bah sama sekali tak tersentuh proyektil peluru. Ngerinya lagi, beberapa orang yang berusaha menolong “Imam Mahdi” yang sempat terluka, malah dihadang oleh kobaran api. Dan sejak itu, Kerajaan Saudi menjadi alergi terhadap hal yang berbau Khilafah serta melarang ada organisasi sejenis itu di negaranya.

Jadi, kalau misalnya ada sekelompok orang yang ngotot ingin mendirikan Khilafah, memang seharusnya dimulai dari “pusat” Islam. Gak usah’lah muluk-muluk bicara tatanan pemerintahan dunia dibawah naungan Khilafah. Coba dimulai dari hal kecil dulu. Pengelolaan Urusan Haji misalnya. Lha wong faktanya ketika ada wacana Internasionalisasi Haji (dikelola oleh negara-negara Islam), gara-gara adanya pungutan PPN 5% oleh pihak Kerajaan, spontan Pemerintah Saudi langsung mencak-mencak dan menganggap usul itu sebagai deklarasi perang. Dengan sesama Negara Islam pula!

Nah, gerombolan Haha ini lebih nyleneh lagi. Pinginnya Khilafah dimulai dari Indonesia. Sementara pusat kendalinya (qiyadah) ada di London. Trus, mau bikin Khilafah model apa akhi? Model Proxyah al Londoniyah?! Sungguh Khilafah ala Haikal yang bisa bikin terpingkal-pingkal. Ingin ketawa? Khilafah Solusinya!

*FAZ*

Sumber: Fadly Abu Zayyan

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids