Copot Dosen yang Dianggap Terafiliasi HTI, Undip Digugat, Ansor Jateng Siap Dampingi

Copot Dosen yang Dianggap Terafiliasi HTI, Undip Digugat, Ansor Jateng Siap Dampingi

Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof. Yos Johan Utama digugat koleganya, Prof. Suteki ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Yos digugat setelah mengeluarkan kebijakan mencopot Suteki dari jabatannya sebagai Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Undip dan Ketua Senat Fakultas Hukum Undip pada 2018 lalu.

Suteki dicopot karena dianggap terafiliasi organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dugaan itu dilayangkan kepada Suteki menyusul kesediannya menjadi ahli dalam persidangan gugatan HTI di PTUN Jakarta dan judicial review di Mahkamah Konstitusi pada Oktober 2017 dan 1 Februari 2018.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mengapresiasi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, yang memiliki komitmen untuk membersihkan kampus dari paham radikalisme, terutama yang menjalar di kalangan mahasiswa.

GP Ansor Jateng juga memberikan dukungan penuh kepada Undip yang masih terus berupaya menghilangkan pengaruh-pengaruh paham radikal di kampus.

Sebab, radikalisme cukup membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat bertemu Rektor Undip Semarang, Prof Yos Johan Utama di gedung rektorat Undip Tembalang.

Menurut Sholah, berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), masuknya paham radikalisme ke kampus dan kalangan mahasiswa, terjadi lantaran adanya infiltrasi yang dilakukan oleh pengajar dan staf pengajar di lingkungan perguruan tinggi.

"Langkah yang dilakukan Undip sudah sangat cepat dan taktis menghalau radikalisme di lingkungan pendidikan," imbuhnya.

Lebih lanjut, GP Ansor siap bersinergi dengan Undip dalam menghalau radikalisme. Salah satunya dengan menyiapkan kader Ansor untuk membantu memantapkan pemahaman keagamaan pada mahasiswa di kampus.

GP Ansor Jateng Siap dampingi persoalan hukum di PTUN

Lebih lanjut Sholah siap memberikan bantuan hukum kepada Rektor Undip yang tengah digugat oleh Suteki ke PTUN. Gugatan tersebut dilakukan lantaran Suteki dituding telah berafiliasi dengan gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sehingga jabatannya dicopot oleh pihak kampus.

Sebelumnya, Suteki adalah dosen ilmu hukum dan Pancasila di Undip.

"LBH Ansor akan memberikan dukungan untuk langkah deradikalisasi di Undip. Meskipun kuasa hukum (dari Undip) sudah ada, kami menawarkan diri dan siap terlibat memberikan dukungan tanpa diminta," kata Sholah saat dikonfirmasi IDN Times melalui sambungan telepon, Jumat (23/8).

Saat persidangan digelar, tambah Sholah, GP Ansor Jateng juga akan memberikan dukungan penuh.

Sementara itu, Prof Yos Johan Utama menyambut baik dukungan penuh dari GP Ansor Jawa Tengah. Menurutnya, Undip sudah berkomitmen menangkal berbagai upaya masuknya paham radikalisme dalam kampus. Undip juga sangat merespons upaya deradikalisasi.

"Radikalisme ini menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya dunia pendidikan tapi seluruh komponen masyarakat dan kepemudaan. Kami komitmen untuk menciptakan Undip menjadi kampus religius dan nasionalis, bebas dari paham radikalisme," ungkapnya.

Saat ini, tambah Yos Johan, Undip telah membentuk Tim Anti Radikalisme Undip (Timaru) sebagai salah satu komitmen untuk menciptakan suasana pendidikan bebas radikalisme.

Sumber: Idntimes.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar

close
Ardha Kids