Wiranto: Peristiwa 411, 212, dan 22 Mei Bagian dari Ancaman Nasional

Wiranto: Peristiwa 411, 212, dan 22 Mei Bagian dari Ancaman Nasional

Menko Polhukam Wiranto bersyukur, di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pembangunan berjalan baik. Dia melihat indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia di saat banyak negara lain mengalami krisis.

"Kita bersyukur bahwa pembangunan berjalan baik, ditandai dengan angka pertumbuhan ekonomi masih stabil, di tengah kondisi dunia yang tidak bersahabat, tapi kita mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional dengan indeks 5 koma sekian. Ini sesuatu yang perlu kita syukuri," kata Wiranto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019).

Dia mengatakan pembangunan nasional akan sulit tumbuh bila stabilitas nasional tidak baik. Stabilitas ini dipengaruhi keamanan, politik, dan kondisi hukum nasional.

Menurutnya, stabilitas nasional dapat dibuat karena koordinasi dan kerja keras dari semua kementerian/lembaga. Selain itu, Wiranto mengapresiasi intelijen atas informasi akurat sehingga pemerintah dapat mengambil langkah tepat untuk menghadapi ancaman dan gangguan stabilitas nasional.

"Paling tidak kita bisa sampaikan bahwa peristiwa yang dikenal 411, 212, atau terorisme, (sengketa) pilkada serentak, pemilu serentak terkait dengan kasus 21-22 Mei, ini sebenarnya suatu bagian dari ancaman, gangguan, hambatan dalam rangka pembangunan nasional yang telah dilakukan pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo. Dan kita syukur bahwa semua kondisi rawan itu dapat kita atasi dengan baik, dapat kita kendalikan sehingga stabilitas keamanan nasional masih dapat menunjang pembangunan nasional baik pembangunan ekonomi, maupun politik nasional," urainya.

Wiranto juga mengapresiasi personel TNI-Polri yang berperan menjaga stabilitas keamanan. Selain itu, dia mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang terus mengendalikan kerawanan terorisme. Stabilitas keamanan ini juga tak terlepas dari peran Kementerian Agama serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Sumber: detik.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar