Terjepretnya Hakim Main HP di Ruang Sidang yang Katanya untuk Usir Kantuk

Terjepretnya Hakim Main HP di Ruang Sidang yang Katanya untuk Usir Kantuk

Seorang hakim di Pengadilan Negeri Surabaya kedapatan asyik menggunakan HP saat sidang berlangsung. Yang bersangkutan mengaku sedang membuka undang-undang di HP untuk mengusir kantuk.

Dari data yang dihimpun detikcom, hakim yang asyik bermain HP tersebut adalah Julien Mamahit. Saat itu Julien bersama dua hakim lainnya disebut sedang menyidangkan perkara pidana terkait undang-undang pangan dengan terdakwa Soe Pek Bie di ruang Cakra, Selasa (16/7).

Humas pengganti sementara Pengadilan Negeri Surabaya Martin Ginting mengaku pihaknya belum mengetahui kejadian tersebut. Pihaknya akan mengkonfirmasikan kepada hakim yang bersangkutan terlebih dahulu.

"Sebenarnya kerja hakim itu memimpin sidang. Kalau ada oknum-oknum seperti itu ya, apakah main HP atau lagi mengisi SIPP (sistem informasi penelusuran perkara) atau bagaimana. Karena aplikasi ini sebenarnya sudah online," kata Martin kepada detikcom, Rabu (17/7).

Martin mengatakan saat ini hakim juga dikejar untuk mem-publish pekerjaannya. Untuk tugas itu Hakim-hakim bisa menggunakan alat komunikasi HP.Tetapi Martin belum bisa memastikan apakah yang bersangkutan saat itu sedang bermain game atau pun yang lain di HP-nya. Atas temuan tersebut, Martin berjanji akan mengomunikasikan dengan pimpinan Pengadilan Negeri Surabaya.

"Saya tidak pasti, apakah orangnya main game atau main apa. Tapi bukan tidak boleh. Kadang-kadang kalau kita memanggil, sekarang kan alat komunikasi. Tapi memang harus bertanggung jawab. Kalau untuk kepentingan persidangan boleh sah. Tapi kalau untuk main, yang namanya sidang kan gak boleh main kan begitu. Itulah seharusnya," jelas Martin.

Hakim yang kedapatan bermain HP bernama Julien Mamahit. Saat dikonfirmasi di ruang transit hakim di Pengadilan Negeri Surabaya, Julien mengelak bermain HP di saat sidang. Julien mengaku saat itu sidang sudah selesai.

"Kamu yakin waktu itu ada sidang, sudah selesai," kata Julien kepada wartawan.

Kemudian Julien juga mengaku itu dilakukannya untuk menghilangkan kantuk karena banyaknya perkara yang disidangkan.

"Aku tak ingat, waktu itu kebetulan saya pegang handphone. Kan daripada ngantuk dari pagi sampai siang. Jadi saya harus bagaimana membuat saya nggak ngantuk. Coba kalian dengar, duduk, bisa ngantuk. Saya tidur kalian foto lagi. Jadi saya membuat kegiatan-kegiatan supaya saya tidak ngantuk. Manusiawi, saya sudah tua, mau pensiun juga. Jadi saya bukan main-main," imbuh Julien.

Julien baru sepuluh bulan menjadi Hakim di Pengadilan Negeri Surabaya itu. Ia juga mengaku membuka HP untuk membaca undang-undang dan informasi lainnya seputar sidang. Bukan bermain game atau eksis di media sosial.

"Dari pada saya ngantuk, saya baca undang-undang, atau lihat sidang berikut apa, atau lihat SIPP. Kalau istilah saya main-main apa yang saya mainkan di HP. Sudah tua-tua begini main HP," lanjutnya.

Komisi Yudisial (KY) Jawa Timur menilai, perbuatan itu tidak patut karena hakim harus fokus pada pemeriksaan perkara. "Memang secara normal bahwa ketika hakim bersidang harusnya fokus ke pemeriksaan perkara, dan penggunaan HP memang tidak patut untuk dilakukan. Terlebih ada kaitannya dengan pemeriksaan perkara yang sedang dilakukan," kata Ketua Komisi Yudisial (KY) Dizar Al Farizi saat dihubungi detikcom.

Apakah tindakan hakim Julien tersebut merupakan pelanggaran etik dan profesi? Dizar mengaku belum bisa berkomentar.

"Dan tidak perlu ada laporan ke KY, kalau memang sudah ada informasi dari media, tentunya KY sudah tau dan di KY Pusat sendiri sudah ada tim yang dibentuk untuk menangani masalah seperti ini," kata Dizar.

"Timnya sudah ada, tinggal ketika ada informasi-informasi berkaitan dengan hakim di Pengadilan, nanti salurannya ke tim yang bersangkutan. Karena nanti yang mendalami untuk hal-hal itu dari Jakarta nanti," pungkasnya.

Sumber: detik.com

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar