Terima Apresiasi Ulama Dunia, Habib Luthfi: Semoga Indonesia Menjadi Matahari untuk Umat Sedunia

Terima Apresiasi Ulama Dunia, Habib Luthfi: Semoga Indonesia Menjadi Matahari untuk Umat Sedunia

Habib Luthfi bin Yahya mendapatkan apresiasi dan penghormatan dari sejumlah organisasi dunia seperti Al Ittihad Al ‘alami lit Tasawuf, Arrabithah Al’alamiyah lilasyaraf Al Adarisah, dan Al Ittihad Adduali Li Syababil Azhar wash Shufi serta para ulama Sufi dari Maghrib.

Pengharagaan diberikan oleh Syekh Muhammad Shahumi dan diterima langsung oleh Habib Luthfi saat pengajian Jum'at  Kliwonan Kanzus Sholawat, Jum'at (19/7/2019).

“Alhamdulillah, berat rasanya amanat yang diberikan kepada saya khususnya. Yang menuntut tanggung jawab bukan kebanggaan, bukan yang menimbulkan kesombongan karena titel atau karena penghargaan,” kata Habib Luthfi usai menerima hadiah.

Menurut pimpinan Forum Sufi Internasional, semua penghormatan ini adalah mas’ul (tanggung jawab) ila hadratil musthafa. “Apakah kita ini menjadi cucu nabi yang memalukan atau tidak,” imbuhnya.

Semua ini semata mata fadhal dari Allah swt yang pada hakikatnya saya pribadi malu rasanya untuk menerima itu semuanya karena dengan segala kekurangan-kekurangan apa yang ada pada diri saya khususnya. Dari itu tidak lain hanya permohonan doa dari bapak ibu atas amanat yang besar khususnya dalam dunia ini untuk Indonesia tercinta.

“Semoga Indonesia menjadi matahari untuk umat sedunia dalam percontohan perdamaian yang bisa membawa satu negara melahirkan generasi yang rahmatan lil’alamin sepanjang masa,” harap Rais Aam JATMAN tersebut.

Terakhir, ulama asal Pekalongan tersebut memohon doa agar senantiasa mendapat perlindungan dijauhkan dari segala cobaan, dari pujian yang bisa merusak dan kebencian yang bisa menjerumuskan diri kami. Sebab keduanya (pujian dan kebencian) la naf’an wa la dharran ketika hanya Allah tujuannya.

“Ilahi anta maqshudi, semoga Allah tidak akan meninggalkan kami sekejap matapun dalam Taufik dan hidayah-Nya,” jelas Habib Luthfi.

Hadir Syaikh M. Adnan Afyouni Suriah, Syaikh Riyadh Bazo Libanon, dan Syaikh Abdul Aziz Kubaiti Maroko dalam pengajian tersebut. [jatman]

Baca juga:

Apa Komentar anda?

Tidak ada komentar